Wasekjen PAN : Kami Berharap KPU Masuk Ke Sisi Yang Lebih Substantif

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Wasekjen PAN : Kami Berharap KPU Masuk Ke Sisi Yang Lebih Substantif

Syah Putra
Friday, January 11, 2019




Metrolangkatbinjai.com

Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) Faldo Maldini, berharap agar KPU masuk ke sisi yang lebih substantif, dan tidak mementingkan aspek administratif semata.

Hal itu terkait keputusan KPU yang menolak dokumen visi-misi terbaru Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dilansir dari Detiknews.com, PAN menghormati keputusan KPU yang menolak dokumen visi-misi terbaru Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, PAN juga menyampaikan kritik untuk KPU.

"Soal penyempurnaan visi dan misi ini, kami sangat berharap KPU masuk ke sisi yang lebih substantif, tidak mementingkan aspek administratif semata. Di sini, will to improve harusnya diberi ruang, termasuk ruang diskusi baru setelah masa kampanye berjalan," kata Wasekjen PAN Faldo Maldini kepada wartawan, Jumat (11/1/2019).

Faldo menjelaskan perubahan visi misi Prabowo-Sandiaga itu berdasarkan aspirasi dari masyarakat. Menurut dia, KPU seharusnya bisa melihat hal secara substantif dan tak terlalu kaku dengan urusan adminstratif.

"Penyempurnaan visi dan misi itu substansinya demokrasi partisipatif. Melihat respons publik terhadap gagasan-gagasan kami, memasukan aspirasi-aspirasi publik ke dalam agenda politik, lalu semuanya kembali diperkuat. Kayak perusahaan start up zaman sekarang, ada istilahnya validasi ide, lalu platformnya improved berdasarkan pengalaman pengguna," ujarnya.

"Kalau terlalu mengedepankan aspek administratifnya, kita bisa menghambat apa yang sebenarnya lebih penting dari pemilu ini, yaitu will to improve," imbuh Faldo.

KPU menyatakan perbaikan dokumen visi-misi dan program kandidat Pilpres 2019 tak bisa dilakukan lagi. Komisioner KPU Wahyu Setiawan menyebut dokumen visi-misi merupakan salah satu persyaratan proses pendaftaran capres dan cawapres.

Faldo kemudian menjelaskan soal perubahan visi misi sang capres-cawapres. Ia mengatakan perubahan visi misi itu hanya mengelaborasi sejumlah hak secara lebih mendalam.

"Sebenarnya, tidak ada gagasan utama yang berubah. Ini hanya elaborasi dari beberapa aspek, yang kami masukan dari permasalahan publik setelah Bang Sandi berkeliling ke seribu titik dan Mas Prabowo sudah mendengarkan aspirasi warga. Ini bentuk komitmen terhadap agenda publik, yang menyumbangkan akal sehatnya pada gerakan politik ini," papar Faldo.

Ia mengatakan elaborasi visi misi dan program itu untuk memastikan seluruh janji bisa terlaksana. Selain itu, menurut Faldo, Prabowo-Sandi juga ingin memastikan program-program yang diusung benar-benar relevan untuk masyarakat.

"Kami tidak ingin ada janji-janji tidak dapat terlaksanakan atau janji-janji yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan oleh masyarakat, yang tidak berkaitan langsung dengan permasalahan mendasar masyarakat," kata Faldo.

"Misalnya, pembangunan infrastruktur yang malah merampas hak tanah petani, haknya orang susah. Sawah kita sudah berkurang seluas sepuluh kali luas DKI Jakarta selama pemerintahan ini berjalan. Solusinya harus ada ini," tutupnya. (Red/Detiknews)