Sukmo Ketaren Bukan Diculik Jaya Ginting, Tapi....

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Sukmo Ketaren Bukan Diculik Jaya Ginting, Tapi....

Syah Putra
Sunday, January 6, 2019


Foto : Jaya Ginting (kiri) Sukmo Ketaren (Tengah) Enita Br Meliala (Kanan) Saat berada di Kantor Kades Besilam Bukit Lembasa, sepakat mengakhiri pertikaian

Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Enita Br Meliala (33) warga Desa Kuta Gajah, Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat, yang di beritakan sebelumnya merupakan istri dari Sukmo Ketaren (39) kini dapat bernafas lega karena suaminya telah kembali.

Sebelumnya, Sukmo Ketaren dikabarkan di culik oleh Orang Tak Dikenal (OTK) yang berjumlah hampir lebih kurang 10 orang di depan Halte Bis Lapangan Merdeka Kota Binjai, persisnya di Jalan Sudirman, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, Kamis (3/1) sekira pukul 13.00 Wib siang.

Bahkan, karena panik, Enita Br Meliala melaporkan hal tersebut ke Polsek Binjai Kota dengan Laporan Polisi Nomor : LP/02/1/2019/SPKT/Tanggal 3 Januari 2019.

Namun hal tersebut kini sudah terjawab. Sebab, Sukmo Ketaren ternyata mempunyai hutang dengan salah seorang warga yang bernama Jaya Ginting (41) warga Dusun VI Bintang Meriah, Desa Besilam Bukit Lembasa,  Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, sebesar Rp 17.000.000 ( Tujuh Belas Juta Rupiah).

Bahkan keduanya (Sukmo Ketaren dan Jaya Ginting) saat ini sudah melakukan perdamaian yang dilakukan di Kantor Kepala Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, pada hari Sabtu (5/1), dan disaksikan serta ditandatangani oleh Kepala Desa setempat yang bernama Suningrat.

Tidak hanya itu, dalam isi surat perdamaian Hutang Piutang tersebut, Istri Sukmo Ketaren yang bernama Enita Br Meliala (Sebagai Pelapor) berjanji tidak akan melanjutkan lagi perkara tersebut/dan bersedia mencabut perkara tersebut.

Dalam Surat Perdamaian Hutang Piutang tersebut, Pihak Pertama (Jaya Ginting Cs) menandatangani surat perdamaian tersebut diatas materai Rp 6.000.

Begitu juga dengan Pihak Kedua (Sukmo Ketaren) juga menandatangani Surat Perdamaian Hutang Piutang tersebut diatas Materai Rp 6.000.

Sedangkan Saksi dari Pihak Pertama adalah Joni Sembiring dan Topa Perangin Angin. Saksi Pihak kedua adalah Suran Meliala dan Nerwan Ginting, serta Istri Pihak Kedua, Enita Br Meliala. Semua Saksi yang ada ikut menandatangani Surat Perdamaian tersebut.

Dalam Surat Perdamaian Hutang Piutang yang ditunjukkan oleh awak media, Minggu (6/1) Siang tersebut, Kepala Dusun VI Kampung Kilang, Atik Susanti, juga mengetahui serta ikut bertanda tangan.

"Benar, Perdamaian tersebut dibuat di Kantor Kepala Desa Bukit Lembasa, dan juga diketahui oleh Kepala Desa setempat. Perjanjian tersebut kemarin dilakukan," ucap Ramadani (36) yang merupakan perwakilan dari Jaya Ginting, sembari memperlihatkan Foto kedua belah pihak sudah berdamai dan disaksikan oleh Kades setempat.

Diakui Ramadani, Pihaknya tidak ada sedikitpun berniat menculik Sukmo Ketaren. Hanya saja ingim menanyakan/meminta penjelasan prihal hutang Piutang dari Sukmo Ketaren.

"Hutang tersebut kini sudah dibayar. Bahkan kami sudah membuat perdamaian dan istri Sukmo Ketaren berjanji untuk mencabut perkara tersebut. Artinya bukan kami culik, tapi kami mau kejelasannya. Bahkan Sukmo Ketaren sudah pulang kerumahnya dan kami tidak ada memukulnya," beber Ramadani.

Kini, Kedua belah pihak sudah sepakat melakukan perdamaian. Untuk itu, Jaya Ginting melalui Ramadani, berharap tidak ada silang sengketa lagi di kemudian hari.

"Pihak Pertama dan Pihak Kedua 'Sepakat' tidak ada masalah di Kemudian hari. Maka sepakat perdamaian dibuat oleh Kedua belah Pihak dengan pikiran sehat walafiat tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun. Permasalahan hutang Piutang selesai," demikian alenia terakhir yang tertulis dalam isi Surat Perdamaian Hutang Piutang tersebut.



Surat Perdamaian kedua belah pihak

Diberitakan sebelumnya, Bak mirip adegan Film laga, Sukmo Ketaren (39) warga Desa Kuta Gajah, Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat, tiba-tiba disergap oleh sekelompok OTK (Orang Tak Dikenal) berjumlah hampir lebih kurang 10 orang di depan Halte Bis Lapangan Merdeka Kota Binjai, persisnya di Jalan Sudirman, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, Kamis (3/1) sekira pukul 13.00 Wib siang.

Didepan mata kepala istrinya sendiri, Enita Br meliala (33) korban dipaksa masuk ke dalam mobil Avanza yang dikenderai komplotan pelaku hingga akhirnya diculik.

Kejadian itu bermula saat korban bersama sang istri semula berada di Stabat untuk bertemu keluarganya disana. Tak lama, korban mendapat panggilan telepon dari seseorang berinisial AM yang mengabarkan bahwa Emi akan memberi BPKB Sepeda Motor Honda Vario BK 2729 RBB milik korban.

Sebab, pada Bulan Agustus 2018 lalu, korban memang telah membeli Sepeda Motor tersebut seharga Rp 23.000.000 melalui AM di Showroom Sepeda Motor Tanjung Keriahan, Kecamatan Selesai.

Singkat cerita, mereka pun janjian untuk bertemu di Kota Binjai guna keperluan proses penyerahan BPKB dengan catatan korban yang langsung mengambil BPKB tersebut, karena masih berada di showroom Sepeda Motor.

Korban pun berboncengan dengan istrinya menaiki Sepeda Motor Vario warna Putih Bk 2729 RBB, meluncur dari Stabat ke Kota Binjai. Sesampainya di Halte Bus Lapangan Merdeka, kedatangan korban langsung disambut AM yang sudah menunggu dan duduk di Halte Bus tersebut.

Begitu melihat AM, korban pun mematikan Sepeda motornya dan memilih untuk tetap duduk di Jok Sepeda motor. Lalu, secara tba-tiba muncul tiga lelaki tak dikenal datang dari arah depan korban dan keluar dari dalam mobil Avanza warna putih. Mereka langsung menuju korban yang duduk di atas sepeda motor.

Ketiganya langsung menarik korban dan memasukkannya ke dalam mbol Avanza. Selanjutnya, mobil tersebut langsung tancap gas meninggalkan lokasi kejadian.

Melihat itu, istri korban pun menjerit dan berteriak minta tolong. Hal itu tentu saja mengundang perhatian warga sekitar dan pengunjung di Lapangan Merdeka. Setelah ditenangkan, warga pun menemani istri korban untuk mendatangi Mapolsek Binjai Kota, guna membuat laporan pengaduan.

Kapolsek Binjai Kota, Kompol M Jawak saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengaduan terkait dugaan kasus tindak pidana penculikan tersebut. Kapolsek mengaku hingga kini pihaknya masih mendalami kasus tersebut dan belum bisa memastikan motifnya.

“ Masih dalam proses lidik,” kata M Jawak. (Red)