Pencabulan Berujung Damai Dengan Uang

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Pencabulan Berujung Damai Dengan Uang

Syah Putra
Sunday, January 6, 2019


Lokasi bermain kedua korban sehari-hari sebelum menjadi korban pencabulan

Sawitseberang-Metrolangkatbinjai.com

Lagi-lagi terjadi pencabulan dan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Kali ini, dugaan kekerasan pencabulan terjadi di Komplek Perumahan Afdeling 3 PTPN 2 unit Sawit Seberang, Dusun 3 Kloneng sari, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sawit Seberang.

Menurut informasi yang berkembang di masyarakat sekitar, bahwa ada kasus pencabulan terhadap anak yang duduk di bangku Sekolah Dasar berinisial SR (10) dan inisial LS (8). Dimana kedua korban tersebut adalah kakak beradik kandung, anak dari Sudarto (45) alias Kacuk yang bekerja sebagai karyawan PTPN2 Afdeling 3.

Kedua korban dicabuli oleh Suyatno (50)  buruh PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) di kebun PTPN2 Afdeling 3 Rayon Sawit Seberang. Ketika pelaku melakukan aksi bejatnya tersebut, di ketahui oleh seorang karyawan kebun yang bernama Suriyono (50), di areal perkebunan Kelapa Sawit yang tak jauh dari rumah pelaku.

Kasus pencabulan tersebut berujung damai di rumah Kepala Dusun Kloneng Sari, Jumani (51) Senin (17/12) lalu.

Informasi yang brrhasil dirangkum, Perdamaian tersebut juga dihadiri oleh pelaku pencabulan, orangtua korban dan saksi yang melihat kejadian tersebut.

Menurut keterangan beberapa warga yang tidak mau di sebutkan jati dirinya kepada awak media, bahwa di dalam perdamaian tersebut, pelaku menjual 2 ekor lembu, dan uang penjualan tersebut di berikan kepada orangtua korban sebagai tanda damai atau ganti rugi moral terhadap korban.

"Bukan hanya itu, semenjak kejadian tersebut, korban jarang nampak bermain-main lagi dengan teman-temannya," ucap salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Ketika awak media hendak meminta keterangan dan menggali informasi, Minggu (6/1) kepada pihak yang terkait dalam perdamaian tersebut, tak seorang pun dari mereka yang mau memberikan keterangan dan sempat terjadi pengusiran terhadap awak media ini.

“Walaupun telah terjadi proses perdamaian di antara mereka, tetapi proses hukum akan tetap berjalan.” Cetus Heri, LSM Bintara-RI.

Menurutnya, hal ini tidak bisa dibiarkan dan harus ada campur tangan Satgas PPA Polres Langkat dan P2TP2A.

"Agar kedepannya tidak ada lagi yang namanya predator pencabulan terhadap anak. Dan kedua korban pun juga harus mendapatkan pengobatan Fsikologis," tegasnya. (Zar)