Buronan KPK, Ferry Suando Tanuray Kaban Akhirnya Menyerahkan Diri

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Buronan KPK, Ferry Suando Tanuray Kaban Akhirnya Menyerahkan Diri

Syah Putra
Friday, January 11, 2019



Jubir KPK Febri Diansyah (Foto Net) 


Jakarta-Metrolangkatbinjai.com

Buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang juga merupakan salah seorang diantara 38 anggota DPRD Sumut yang ditingkatkan ke Proses Penyidikan sebagai "Tersangka" sejak April 2018 lalu, Ferry Suando Tanuray Kaban (52), akhirnya menyerahkan diri.

Pria yang mempunyai Rumah Makan Sop di Kota Binjai, Sumatera Utara ini, menyerahkan diri ke Polsek Kelapa Dua Serpong, sekira Pukul 10.00 Wib.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi awak media terkait menyerahkan dirinya Ferry Suando Tanuray Kaban, membenarkan hal itu. Menurut Pria berkacamata ini, saat ini Tersangka sedang menjalani pemeriksaan digedung KPK.

"Benar, hari ini sekira Pukul 10.00 Wib, Ferry Suando Tanuray Kaban menyerahkan diri ke Polsek Kelapa Dua Serpong," beber Febri Diansyah, Jumat (11/1) Siang

Usai menyerahkan diri di Polsek Kelapa Dua Serpong, sambung pria yang pernah dianugerahi Charta Politika Award dalam Kategori Pengamat pada tahun 2012 lalu, Ferry Suando Tanuray Kaban langsung dibawa ke KPK.

"Saat ini dia (Ferry Suando Tanuray Kaban) sedang menjalani proses pemeriksaan," kata Febry.

Diberitakan sebelumnya, Ferry Suando Tanuray Kaban (52) Warga Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota, resmi menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Komisi Pemberantasan Korupsi.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (27/11) malam, membenarkan hal itu. Menurutnya, sesuai info Penyidikan Kasus DPRD Sumut, KPK Mengingatkan kembali DPO Ferry Suando Tanuray Kaban, agar segera menyerahkan diri.

"Dari 38 orang Anggota DPRD Sumut yang ditingkatkan ke Proses Penyidikan sebagai tersangka sejak April 2018, telah dilakukan penahanan terhadap 35 orang," beber Febri.

Tidak hanya itu, sambung Febri, Penyidikan untuk 12 orang tersangka diantaranya telah selesai, sehingga telah dilimpahkan pada Jaksa Penuntut Umum (JPU)  dimana 5 diantaranya telah mulai didakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jakarta.

Selain itu, sambung Febri Diansyah, tuntutan terhadap pelaku yang tidak koperatif dan melarikan diri, kami pastikan akan lebih tinggi dibanding pelaku lain yang koperatif. Perlu diingat ancaman Pidana untuk penerimaan suap adalah 4 sampai 20 tahun penjara.

Dalam proses berjalan, lanjutnya, 1 orang tersangka yaitu SSN (Sopar Siburian) telah mengajukan diri sebagai JC pada Penyidik. Pengajuan tersebut sedang dalam proses pertimbangan.

"Pada dasarkanya KPK menghargai pengajuan JC tersebut, karena yang bersangkutan selama proses hukum ini cukup koperatif dan telah mengembalikan uang yang diduga pernah ia terima yaitu sekitar Rp 202.500.000," katanya.

Sedangkan sejumlah anggota DPRD lain, lanjut Febri, telah mengembalikan uang dengan total sekitar Rp 7.656.500.000.

"SIkap koperatif ini pasti akan kami pertimbangkan sebagai alasan meringankan dalam proses hukum yang sedang berjalan," demikian Febri. (Put)