Bukan Hanya Proyek Siluman Tanpa Papan Nama, Bahkan Pengerjaan Tidak Selesai

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Bukan Hanya Proyek Siluman Tanpa Papan Nama, Bahkan Pengerjaan Tidak Selesai

Syah Putra
Tuesday, January 1, 2019


Proyek Siluman tanpa papan  plang dan tidak selesai dikerjakan

Sawit Seberang-Metro Langkatbinjai.com

Diduga akibat kurangnya pengawasan dari Pemerintah atau Dinas terkait, Proyek pembangunan Bronjong yang di duga menelan biaya milyaran rupiah di Dusun VI Desa Sei Litur, Kecamatan Sawit Seberang, terkesan asal jadi. Parahnya lagi, pemasangan bronjong tanpa papan nama yang di kategorikan telah melakukan pelanggaran Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang Jasa Pemerintah.

Bukan hanya itu, bahkan pengerjaan proyek tersebut mengurangi panjang meteran dan belum siap, namun sudah di tinggal pergi oleh pemborong.

Menurut keterangan Amin (44) selaku Kepala Dusun, bahwa pengerjaan Proyek itu dari awal bahkan sampai sekarang tidak pernah ada terpampang plang papan nama proyek.

Dirinya juga mengaku tidak mengetahui sumber anggaran dan besaran jumlah biaya pembangunan bronjong tersebut.

“Saya Cuma lihat catatan di kantor Desa bahwa panjang pengerjaan bronjongan tersebut sepanjang 280 meter, tapi abang lihat sendiri waktu kita ukur kembali ternyata panjang beronjong tersebut Cuma 210 meter," Cetus Amin.

Hal yang sama juga di sampaikan Anto (48) tokoh masyarakat yang juga ikut melakukan pengukuran proyek beronjong siluman tersebut.

"Sudah jelas pembangunan bronjongan ini tidak di awasi oleh Pihak Dinas yang terkait, atau jangan-jangan ada main mata antara pemborong dengan pengawas. Itu lah makanya disini kami mengukur proyek bronjongan ini bang, karena kami tidak percaya dengan pengawas dari Dinas terkait”. Cetus Anto.

Beberapa masyarakat juga mengungkapkan,  proyek pemasangan bronjong tanpa papan nama di daerah mereka itu diklaim merupakan  trik dari rekanan pemborong untuk mengelabuhi publik, sehingga sumber anggarannya tidak bisa termonitoring.

Saat di konfirmasi awak media, Kepala Desa yang akrab di panggil Sawon (53) mengenai siluman  tersebut, juga tidak mengetahui rekanan pemborong yang mengerjakan tersebut.

“Saya tidak mengetahui siapa rekanan pemborong yang mengerjakan Proyek bronjong itu, karena pihak mereka tidak ada menemui saya, sudah siap atau belum pun itu saya tidak tau bang. Kabar yang beredar dari pekerja yang sebagian masyarakat saya, bahwa pihak pemborong lari malam," cetus sawon.

Di tempat yang sama juga di sampaikan Dedek (45) selaku tokoh masyarakat. Mereka sepakat akan melaporkan Pengerjaan proyek Siluman ke Kepolisian dan Kejaksaan jika tidak segera diselesaikan.

“Apabila pekerjaan proyek siluman ini tidak di selesaikan dalam waktu dekat, maka kami warga Desa Sei Litur, akan melaporkan pihak pemborong maupun dinas yang terkait ke Kepolisian dan Kejaksaan," katanya. (Zar)