Tim Satgas Pangan Binjai Gelar Sidak Pasar, Masih Ada Makanan Berformalin

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Tim Satgas Pangan Binjai Gelar Sidak Pasar, Masih Ada Makanan Berformalin

Syah Putra
Thursday, December 20, 2018



Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Dalam menyambut Natal dan Tahun Baru 2019, Tim satgas pangan kota Binjai lakukan sidak kepasar pasar dan pasar Modern yg ada di Kota Binjai, Rabu (19/12).

Sidak Tim satgas Pangan di ketuai oleh AKP Wiran Hariep Sik sebagai Kasatreskrim Polres Binjai dan sekdako kota Binjai sebagai penanggung jawab. Sedangkan Anggota dalam Tim Satgas pangan adalah Kadis Pasar Tobertina, Kadis Kesehatan Dr.Maharani Manalu, Kabag Perekonomian Hedi Nouria, di dampingi staf ahli, Mustika Hadra.

Kegiatan Sidak ini di bentuk empat Tim. Tim pertama ke pasar (pajak) Tavif, Tim kedua ke gudang beras di pimpin Kasatreskrim, Tim ketiga dipimpin Tim kadis Dinas Pasar Tobertina, dengan tujuan ke pasar Modern Binjai Mall, sedangkan Tim keempat ke Asia King pasar modern di pimpin Kabag Perokonomian Hadi Nouria dan staf Ahli.

Usai melakukan Sidak, masing masing Tim kembali berkumpul di ruang rapat III, dan membuat laporan hasil masing-masing yang di temukan di lapangan dari mulai pajak Tavip, Pasar Modern Asia King dan Binjai Mall, serta Gudang Beras.

Setelah di buat berita acara masing- masing Tim, Kabag Perokonomian menyatakan bahwa mereka dari Tim sandang pangan, mendapat temuan di lapangan dan melaporkan temuan di lapangan masih adanya pedagang yang memakai cairan Formalin.

"Sesuai hasil dari Balai POM menyatakan Positif memakai Formalin," ujar Hadi Nouria.

Sambung Kabag Perokonomian, untuk di pajak Tavif, pedagang ayam potong memakai cairan Formalin yaitu atasnama Ibu Nining,  warga Tanjung Jati.

"Di Asia King, kami juga menemukan Cincau manis Kong Kee, positif memakai Formalin, Limau Cincau manis pakai Formalin," tandasnya, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (20/12).

Tidak hanya itu, sambung Hadi Nouria, di Hypermart Super Mall, pihaknya juga menemukan jenis barang yang telah kadarluarsa dan jenis barang tidak layak jual.

"Jenis-jenis barang yang di laporkan adalah hasil dari data Balai POM ( Badan pengawas obat dan makanan)," bebernya. (Red)