Tak Masuk DPT, KPU Binjai Akomodir Lewat DPK

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Tak Masuk DPT, KPU Binjai Akomodir Lewat DPK

Syah Putra
Monday, December 31, 2018



Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Warga Binjai kini sudah dapat mengecek namanya di Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan ke 2 (DPTHP-2) Pemilu 2019.

DPTHP-2 itu kini telah ditempel di kantor kelurahan sejak seminggu terakhir ini. Tapi jangan khawatir, bagi pemilih yang belum masuk ke dalam DPT ini dan yang belum terdaftar, akan dimasukkan ke dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK).

“Jadi kalau tidak ada di DPT, maka dia akan masuk di DPK dan DPTb (Daftar Pemilih Tambahan),” kata Komisioner KPU Binjai Abdullah Arkam menjawab wartawan, Senin (31/12) di Kantor KPU Binjai Jalan Gatot Subroto, usai melakukan monitoring DPTHP-2 di Binjai Utara.

Menyangkut jumlah DPK dan DPTb, KPU Binjai belum bisa memprediksi, karena pendataan akan berlangsung hingga April 2019.

Arkam mengatakan, KPU Binjai sudah melakukan penempelan DPTHP-2 di masing-masing kantor kelurahan.

"Kita masing-masing komisioner KPU Binjai turun ke lapangan, melakukan pengecekan penempelan DPTHP-2 tersebut. Ketua KPU Zulfan Efendi melakukan pengecekan ke Binjai Barat, Komisioner KPU Risno Fiardi ke wilayah Binjai Selatan dan Arifin Saleh ke Binjai Kota," kata Arkam.

“Selain tugas PPS dan PPK, KPU mengimbau warga berpartisipasi mengkroscek dan memverifikasi kebenaran datanya masing-masing di kantor lurah,” pinta dia.

Arkam menegaskan, jumlah DPTHP-2 Kota Binjai sebanyak 190 ribu itu sudah tetap dan tidak bisa diganggu gugat untuk Pemilu di 2019 nanti.

"Kalau mereka belum masuk DPT, KPU Binjai mengakomodirnya untuk menggunakan hak pilihnya yang disebut DPK,” kata Arkam.

Ia juga menjelaskan untuk masuk ke DPK, pemilih harus membawa dan menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selain itu, DPK juga hanya bisa menyoblos di TPS tempat dia tinggal.

"Iya (membawa KTP), itukan regulasinya harus terapkan begitu. Dia bawa identitasnya, dan dia hanya boleh menggunakan hak pilihnya di tempat di mana dia tinggal, dan itu diatur jammya pada jam terakhir (pemilihan),”  jelas Arkam.

Di tempat yang sama, usai melakukan monitoring DPTHP-2 ke Binjai Timur, Koordinator Divisi Partisipasi Masyarakat, Robby Effendi mengatakan, Pemilu serentak 2019 mengenal 3 istilah daftar pemilih yaitu Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), dan Daftar Pemilih Khusus (DPK).

Kata Robby, ketiga istilah itu disebut dalam UU Nomor 17 tahun 2017 tentang Pemilu, yang akan diturunkan dalam Peraturan KPU tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara yang sampai saat ini masih disusun oleh KPU.

Untuk DPT adalah daftar pemilih yang disusun KPU berdasarkan data pemilih pada pemilu terakhir yang disandingkan dengan data kependudukan Kemendagri. Pemilih kategori ini akan mendapatkan surat pemberitahuan memilih atau C6 dan bisa mencoblos pukul 07.00-13.00 waktu setempat dengan membawa C6 dan e-KTP.

Di Pemilu 2019, KPU Binjai sebetulnya sudah menetapkan DPT sebanyak 190 ribu. Namun, atas masukan parpol dan Bawaslu, DPT itu disempurnakan hingga dua kali yng disebut DPT-HP (DPT Hasil Penyempurnaan).

Lebih jauh Robby menguraikan, untuk DPTb adalah pemilih yang sudah terdata dalam DPT, namun ingin pindah memilih di TPS yang berbeda dari lokasi yang sudah didata. Sesuai penjelasan di UU Pemilu menyebut beberapa macam pemilih DPTb, diantaranya Pindah memilih karena menjalankan tugas pemerintahan di tempat lain, Menjalani rawat inap di rumah sakit atau keluarga yang mendampingi, Penyandang disabilitas di panti sosial, Menjalani rehabilitasi narkoba, Tahanan, Siswa atau mahasiswa yang jauh dari rumah, Pindah domisiliatau Korban bencana.

Robby juga bilang, untuk Pemilih yang ingin pindah memilih harus mengurus surat pindah memilih (form A5) di Panitia Pemungutan Suara (PPS/kelurahan) paling lambat 30 hari sebelum pemungutan suara 17 April 2019. Petugas PPS akan mencoret nama yang sudah terdata dan memberikan form pindah memilih (A5) untuk diserahkan ke KPU kelurahan tujuan lokasi mencoblos.

Pemilih pada DPTb punya kesempatan menggunakan hak pilih yang sama dengan pemilih DPT yaitu antara pukul 07.00-13.00 waktu setempat, dengan membawa form A5 dan e-KTP. Dalam pilkada serentak 2017, kategori pemilih ini disebut sebagai pemilih DPPh atau Daftar Pemilih Pindahan. Namun istilahnya kini berubah menjadi Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

Sedangkan penjelasan untuk DPK, lanjut Robby, adalah warga yang punya hak pilih namun belum terdata dalam DPT. Pemilih kategori ini bisa menggunakan hak pilihnya cukup dengan membawa e-KTP di TPS terdekat sesuai alamat pada e-KTP. Tidak bisa mencoblos di TPS di luar alamat e-KTP. Namun, pemilih dalam DPK hanya bisa menggunakan hak pilihnya satu jam terakhir sebelum TPS ditutup yaitu pukul 12.00-13.00 waktu setempat, dengan catatan selama surat suara masih tersedia.

Penting dicatat, apa pun kategorinya, pemilih wajib membawa e-KTP sebagai syarat mencoblos di TPS pada Rabu, 17 April 2019. (Red)