Perusakan Baliho Partai Demokrat Di Pekan Baru, Hinca : Wiranto Korbankan PD dan PDIP

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Perusakan Baliho Partai Demokrat Di Pekan Baru, Hinca : Wiranto Korbankan PD dan PDIP

Syah Putra
Tuesday, December 18, 2018



Metrolangkatbinjai.com

Perusakan Puluhan atribut Demokrat yang terpasang di Jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau, yang dirusak dan ada pula yang dibuang pada Sabtu (15/12) dinihari, serta merupakan atribut yang dipasang sebagai bentuk sambutan terhadap kedatangan SBY dalam acara pelantikan pengurus cabang Demokrat, membuat Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa diserang dalam perang yang sebetulnya tidak dia ikuti.

Dirinya kemudian berbicara mengenai Amerika Serikat (AS) yang terlibat dalam Perang Dunia II setelah serangan Pearl Harbor.

Dalam konferensi pers di Hotel Pangeran Pekanbaru, Sabtu lalu, SBY menyatakan serangan terhadap pihaknya ini salah alamat. Presiden ke-6 RI itu menyatakan bahwa dia bukan merupakan kontestan dalam Pilpres 2019.

"Saya ini kan bukan capres. Saya tidak berkompetisi dengan Pak Jokowi. Kompetisi ini antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi. It's not my war. It's not my competition. Bukan. Tapi mengapa justru saya dan Demokrat yang diserang dan dihancurkan seperti ini? Sekali lagi, ini bukan perang saya. Kenapa saya dibeginikan," tutur SBY dalam konferensi pers nya di Hotel Pangeran Pekanbaru.

Serangan ini membuat SBY teringat pada serangan Jepang terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbor, Hawaii, pada Desember 1941. Sebagaimana diketahui, pasca-serangan ini, Amerika terlibat aktif dalam perang dunia II dengan melakukan serangan balasan terhadap Jepang. Empat tahun kemudian, Jepang dan koalisinya menyatakan menyerah tanpa syarat.

"Saya jadi teringat dulu pada perang dunia kedua. Sebetulnya Amerika Serikat itu tidak mau ikut perang. Yang ada memang pihak-pihak baik di Asia maupun di Eropa tidak melibatkan Amerika Serikat. Tiba-tiba diserang. Pearl Harbor di Hawaii diserang habis. Bangunlah Amerika Serikat karena diserang terus dan akhirnya segalanya menjadi sejarah seperti pada akhir dari Perang Dunia II. Saya sedang merenung, apakah saya harus melibatkan diri dalam perang yang frontal ini, padahal ini bukan perang saya," tutur SBY.

Terkait pernyataan SBY dalam Konfrensi Pers tersebut yang menceritakan Perang Dunia II dan Amerika Serikat, sebagian masyarakat pun menyimpulkan adanya indikasi jika Partai Demokrat dalam Pilpres 2019, akan mengerahkan kekuatan penuh untuk mendukung 02.

Namun hal itu diluruskan oleh Sekjen DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan. Mantan Anggota Dewan Pers itu menjelaskan bahwa tidak ada tafsir lain dalam Konfrensi Pers Ketum Partai Demokrat tersebut.

"Maksudnya sudah benar dan terang benderang, tidak ada tafsir lain," ucap Hinca, saat dikonfirmasi awak media, Senin (17/12) malam.

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua DPP-Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat ini juga menegaskan, Partai Demokrat tidak akan pernah berubah untuk tetap mendukung Nomor urut 02, pada Pilpres 2019 nanti.

Disinggung soal isu yang beredar jika Partai Demokrat dan PDIP, hubungannya tidak harmonis imbas perusakan Baliho di Pekan Baru, mantan anggota komite konvensi penjaringan calon Presiden Partai Demokrat ini menyarankan untuk membaca Twitter Ketum Partai Demokrat.

"Baca Twit pak SBY yang baru dilepasnya, lihat juga di twit saya itu update terbaru: PD vs Wiranto, babak baru," bebernya, sembari mengatakan Wiranto korbankan Partai Demokrat dan PDIP. (Put)