Pengerjaan Proyek APBD Tanpa Plang Papan Nama

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Pengerjaan Proyek APBD Tanpa Plang Papan Nama

Syah Putra
Thursday, December 20, 2018


Pemasangan paving block di Dusun tahun X Desa Sei Bamban

Langkat-Metro Langkatbinjai.com

Sejumlah proyek yang di biayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Provinsi maupun kabupaten 2018 di beberapa Dusun yang ada di Desa Sei Bamban, Kecamatan Batang Serangan, menjadi sorotan masyarakat Setempat. Alasannya, pekerjaan tersebut tanpa di sertai papan nama proyek.

Beberapa proyek yang menjadi sorotan adalah infrastruktur lanning parit, plat decker dan paving block ruas jalan Dusun di Desa Sei Banban.

“Sesuai aturanlah, seharusnya saat mulai di kerjakan harus di pasang plang papan nama proyek. Agar masyarakat mengetahui volume dan besaran anggaran, jadi masyarakat ikut mengawasi," Cetus Karyadin (48) masyarakat dusun Tahun X.

"Lagianpun sebenarnya saya mewakili masyarakat merasa sangat kecewa dengan pembangunan paving block disini, karena awal pengajuan ke atas sudah di ukur sesuai dengan badan jalan yang semestinya, kok malah di buat makin sempit," sambung karyadin.

Saat di konfirmasi, Kepala Desa Sei Bamban, Ahmadi, ataupun yang akrab di panggil Jojon (50) di kediamannya mengenai bangunan tersebut, dirinya sangat kecewa dengan pembangunan infrastruktur yang ada di desanya tersebut, karena menurut Jojon, mereka membangun di desanya tanpa permisi dan siapa pelaksana pekerjaan proyek dia pun tidak tahu.

”Demi Tuhan saya tak tau siapa yang mengerjakan proyek itu bang, karena sebelum pengerjaan bahkan sampai sekarang pihak pemborong tidak ada Assalamualaikum sama saya selaku tuan rumah disini, plangnya aja pun tak ada," Cetus Jojon.

Masih kata Jojon, Plang informasi proyek itu bertujuan agar pelaksanaan setiap proyek dapat berjalan dengan transparan. Dimana keterbukaan atau transparansi ini dimulai sejak tender atau lelang proyek, termasuk tender proyek yang di lakukan badan publik.

Kewajiban memasang papan plang nama tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012. Regulasi ini mengatur setiap bangunan pekerjaan bangunan fisik/Non fisik yang di biayai negara wajib memasang papan nama proyek.

"Papan nama tersebut diantaranya memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek  dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek," katanya.

Terpisah, seorang Pekerja yang mengaku bernama Lilik, mengaku jika dirinya tidak dibayar oleh pihak Pemborong.

"Ada juga pengerjaan di lingkungan Titi Besi kalau tak salah lebar 1 meter panjang 80 meter, kami bekerja memasang paving block disana selama 4 hari, itu pun kami tak di bayar bang. Di dusun Tahun X ini makanya saya mau karena kepala dusun penanggung jawabnya bang," Ucap Lilik (35) pekerja proyek siluman tersebut.

Sementara, menurut hasil pantauan awak media di lapangan, semua pengerjaan proyek di Desa Sei Bamban dan bahkan juga ada di Kelurahan Batang Serangan, terkesan asal jadi.

Bahkan hampir semua pengerjaan proyek yang di duga berasal dari Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Kabupaten Langkat tidak ada memasang papan plang proyek satu pun. (Zar)