Nikmati Listrik Selama 24 Jam, Warga Pulau Sembilan : Akhirnya Kami Merdeka

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Nikmati Listrik Selama 24 Jam, Warga Pulau Sembilan : Akhirnya Kami Merdeka

Syah Putra
Wednesday, December 19, 2018



Langkat-Metrolangkatbinjai.com

Ratusan Kepala Keluarga (KK) yang berada di Desa Pulau Sembilan, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, kini dapat menikmati fasilitas Listrik selama 24 jam.

Fasilitas tersebut dapat dinikmati masyarakat sekitar, setelah PT PLN (Persero) UP3 Binjai, melalui Unit Layanan Palanggan (ULP) Pangkalan Susu, resmi meoperasikan listrik 24 jam, Rabu (19/12).

Kepala Desa Pulau Sembilan, Arifin Sum, saat dikonfirmasi awak media mengatakan, sebelum dioperasikannya Listrik 24 jam, selama 21 tahun warganya hidup dengan Listrik selama 12 jam dalam sehari.

"Sudah 21 tahun kami hidup dengan Listrik 12 jam saja. Dengan beroperasinya 24 jam, warga kami seperti memperoleh kemerdekaan," ucap Kades Pulau Sembilan.

Dirinya juga mengatakan, dari 570 Kepala Keluarga yang ada di Desa Pulau Sembilan, hanya 5 KK yang rumahnya belum dialiri Listrik. Hal itu disebabkan karena faktor ekonomi.

Pada kesempatan itu, Kades Pulau Sembilan juga mengucapkan terima kasih kepada PT PLN (Persero), yang telah membantu warganya sehingga kini dapat menikmati Listrik selama 24 jam.

Senada dengan Kades Pulau Sembilan, salah seorang warga sekitar yang mengaku bernama Juraidah, juga merasa sangat terbantu dengan beroperasinya listrik selama 24 jam.

"Kami merasa sudah Merdeka. Selama ini kami hanya mengandalkan mesin Genset kalau siang hari. Soalnya selama ini kami hanya mendapat pasokan Listrik dari Pukul 18.00 Wib sampai 07.00 Wib," beber wanita berhijab ini, sembari mengucapkan terima kasih kepada PT PLN (Persero)

Diketahui, Pemerintah mempercepat program elektrifikasi untuk daerah-daerah terpencil di Indonesia. Kebijakan itu dituangkan dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 38 Tahun 2016 tentang Percepatan Elektrifikasi di Perdesaan Belum Berkembang, Terpencil, Perbatasan, dan Pulau Kecil Berpenduduk Melalui Pelaksanaan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Skala Kecil.

Program listrik pedesaan sendiri sudah dilaksanakan pada 2015 dengan anggaran Rp 3,1 triliun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sedangkan pada 2016, PLN mendapat suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 3 triliun. Bahkan, Kementerian ESDM juga setiap tahun menyiapkan dana untuk membangun infrastruktur energi baru yang mayoritas untuk pembangkit listrik skala kecil di daerah. (Put)