Nelayan Langkat Hilang, Kapolres : Saya Sudah Kordinasi Dengan Kapolsek

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Nelayan Langkat Hilang, Kapolres : Saya Sudah Kordinasi Dengan Kapolsek

Syah Putra
Wednesday, December 12, 2018



Langkat-Metrolangkatbinjai.com

Terkait hilangnya seorang Nelayan asal Lingkungan Borboran, Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan, yang bernama Hermansyah (41), Kapolres Langkat AKBP Deddy Hermawan, mengaku sudah mengetahui kabar tersebut.

Menurut mantan Kapolres Pematang Siantar ini, dirinya sudah melakukan berkordinasi Kapolsek dan Kasat Pol Air, untuk membantu mencari korban.

"Sudah saya koordinasikan dengan Kapolsek dan Kasat Pol Air, untuk mencarinya. Kita sudah bergerak," ucap Perwira berpangkat Melati Dua ini, Rabu (12/12).

Tidak hanya itu, sebelumnya Kapolres Langkat juga mengaku sudah berkordinasi dengan Kepala Desa Perlis.

"Benar, kemarin juga kita sudah kordinasi dengan Kades Perlis," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, sudah 6 hari ini, seorang Nelayan yang bernama Hermansyah (41), hilang dan belum juga ditemukan. Nelayan asal Lingkungan Borboran, Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat ini dikabarkan menghilang ditengah laut.

Meski berbagai upaya dilakukan masyarakat dan keluarga. Sayang, sejauh ini belum ada kabar baik tentang nasib pria beranak 4 ini, Rabu (12/12).

Umi, istri Korban yang selama ini mendampingi korban tak sanggup menahan kesedihan. Air mata wanita berhijab ini perlahan turun membasahi pipi. Dirinya terus berharap agar pria yang menjadi tulang punggung keluarga segera ditemukan dengan kondisi baik-baik saja.

"Saya sudah melaporkan kejadian ini. Baik ke Satpol Air Polres Langkat dan Kamla TNI AL. Sayang, mereka seolah acuh," lirih Umi, didampingi Azhar Kasim Direktur Rumah Bahari.

Sembari menghapus air mata, Umi menceritakan jika suaminya pergi dari rumah tepat pada hari Kamis, 7 Desember 2018 sekitar pukul 20.00 Wib. Korban berangkat untuk melaut seorang diri menembus kesunyian malam ditengah laut. Berharap, hasil tangkapan dapat menghidupi anak-anaknya.

"Tidak ada firasat buruk saat abang pergi, memang sehari-hari abang melaut pekerjaanya untuk menafkahi kami," kata wanita yang mengenakan hijab hitam ini.

Sayang, jelasnya, keesokan harinya beberapa nelayan melihat ada perahu berjalan ditengah laut tanpa awak. Merasa curiga, rekan-rekan nelayan lain mencari tahu perahu siapa tanpa awak berjalan dengan mesin dalam kondisi hidup.

Setelah rekan korban mengetahui jika perahu tersebut milik Hermansyah, penemuan ini lamgsung diberitahukan kepada istrinya.

"Saya tahu dari teman abang, mereka bilang abang menghilang sementara perahunya ada dan mesin hidup," jelasnya.

Dari sinilah kepanikan timbul, Umi langsung menangis histeris dan meminta agar rekan korban untuk membantu mencari. Baik masyarakat dan nelayan disanapun mencari korban yang dikabarkan menghilang ini. Berbagai upayapun ditempuh dan secara swadaya agar korban dapat ditemukan.

"Apa lagi yang mesti saya lakukan. Abang adalah tulang punggung kami. Gimana nasib anak-anak," ucap Umi, kembali berurai air mata berharap suaminya ditemukan dan pihak terkait dapat membantu pencarian.

Berkaitan dengan peristiwa tersebut, Azhar Kasim selaku Direktur Rumah Bahari berusaha membantu Umi. Bahkan diakuinya, selain mengerahkan nelayan, pihaknya membantu keluarga korban menyurati instansi terkait. Sembari mendorong instansi terkait untuk berupaya melakukan pencarian korban.

"Kita sudah surati instansi terkait," jelas Azhar Kasim, aktifis pecinta Mangrove ini dan juga Direktur eksekutif Rumah Bahari.

Dengan ini, dirinya juga meminta pihak Kamla dan Satpol Air, agar jangan mengabaikan laporan masyarakat. Karena ini hak rakyat, jadi harus ditanggapi cepat.

"Ini menyangkut nyawa nelayan. Dinas Perikanan Langkat harus mendorong dan dan tanggap atas peristiwa ini. Jangan hanya diam," tegasnya. (Put)