Ketua GNPF Ulama Kota Binjai : Haram Hukumnya Merayakan Malam Tahun Baru Masehi Bagi Umat Islam

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Ketua GNPF Ulama Kota Binjai : Haram Hukumnya Merayakan Malam Tahun Baru Masehi Bagi Umat Islam

Syah Putra
Saturday, December 29, 2018


Ust Sanni Abdul Fattah

Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Tidak sampai sepekan lagi, kita akan menghabiskan Tahun 2018. Bagi sebagian masyarakat, momen pergantian Tahun Masehi selalu diisi dengan berbagai kegiatan yang meriah.

Namun, beberapa Kota yang ada di Indonesia, larangan merayakan pergantian Tahun Baru Masehi dengan tidak menyalakan Kembang Api dan Meniup terompet, sudah mulai di berlakukan.

Seperti contohnya Pemerintah Kota Banda Aceh yang melarang warganya merayakan malam pergantian Tahun 2018 ke 2019 dengan pesta kembang api, meniup terompet atau hura-hura. Sebab, aksi itu dianggap bertentangan dengan syariat Islam dan adat istiadat Aceh.

Larangan itu tertuang dalam seruan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh yang turut ditandatangani Walikota Aminullah Usman, bersama unsur Muspida kota setempat.

Larangan tersebut dianggap karena malam Tahun Baru Masehi bukan budaya mereka selaku Muslim dan memang tidak ada dalam ajaran Islam. Tidak hanya di tahun ini saja larangan tersebut dibuat, namun ini merupakan tahun ketujuh Pemkot Banda Aceh melarang warga merayakan Tahun Baru Masehi.

Seruan untuk tidak merayakan malam pergantian Tahun Baru Masehi juga dilakukan oleh beberapa Ormas Islam di Indonesia, salah satunya adalah Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua GNPF Ulama Kota Binjai, Ust Sanni Abdul Fattah. Pria yang juga aktif dalam sebuah Organisasi tentang pemberantasan Narkoba ini menghimbau kepada seluruh Umat Islam dimana pun berada, untuk tidak ikut ikutan merayakan Tahun Baru Masehi ini.

"Karena merayakan Tahun Baru Masehi bukan bagian dari ajaran agama Islam. Oleh sebab itu, wajib bagi seluruh Umat Islam untuk mengisi hari harinya dengan kegiatan kegiatan yang bermanfaat, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain," harap Ust Sanni, saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (29/12) pagi.

Tidak hanya itu, sambung Ust Sanni Abdul Fattah, setelah melalui kajian yang mendalam, maka kami menyimpulkan bahwa "Haram" hukumnya merayakan malam Tahun Baru Masehi bagi Umat Islam.

"Untuk itu, kami menghimbau kepada seluruh kaum Muslimin, terutama para tokoh tokoh Umat, para ulama/Ustadz maupun BKM Masjid, untuk membuat kajian kajian keislaman di malam itu, seperti Tabligh Akbar, pengajian dan lain lain. Tujuannya untuk memalingkan Umat Islam dari merayakan tahun baru masehi," tegasnya, seraya mengatakan jika malam tahun baru Masehi ini adalah seperti malam malam biasa saja dan tidak ada yang spesial. (Put)