Keluarga Terdakwa Kasus Korupsi Alkes RSUD Djoelham Binjai Kembalikan Uang 4,7 Miliar

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Keluarga Terdakwa Kasus Korupsi Alkes RSUD Djoelham Binjai Kembalikan Uang 4,7 Miliar

Syah Putra
Tuesday, December 18, 2018


Kajari Binjai Victor Antonius Saragih Sidabutar menerima pengembalian uang sebesar Rp 4,7 Miliar dari pihak keluarga terdakwa Teddy Law

Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Keluarga Terdakwa kasusus korupsi pengadaan Alat kesehatan (Alkes) RSUD Djoelham Binjai atas nama Teddy Law, datang ke kantor Kejaksaan Negeri Binjai, jalan T Amir Hamzah kecamatan Binjai Utara, untuk mengembalikan uang senilai RP 4,7 Miliar, Selasa (18/12) Siang.

Pihak keluarga Teddy Law, selaku Direktur PT Mesarinda Abadi yang di vonis hakim 7 tahun penjara subsider 3 tahun tersebut, di terima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar.

"Awalnya kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di RSUD Djoelham di taksir sekitar Rp. 3,5 Miliar, namun setelah di pengadilan di hitung ulang oleh BPK Provinsi Sumut kerugian mencapai Rp 4,7 Miliar," ungkap Victor.

Dikatakan Victor, berdasarkan putusan pengadilan, terdakwa Teddy Law diharuskan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 4,7 Miliar, dan apabila tidak membayar setelah inkrah, maka akan dilakukan penyitaan harta benda untuk dilelang oleh Jaksa untuk membayar uang pengganti kerugian Negara tersebut.

"Dengan pengembalian uang pengganti sebesar Rp. 4,7 Miliar tersebut, maka terdakwa Teddy Law yang seharusnya di hukum penjara 7 tahun tambah subsider 3 tahun, akan menjalani hukuman 7 tahun penjara. Dan uang ini akan kita setorkan ke rekening Kejaksaan RI di Bank RI untuk di kembalikan ke negara," tambah mantan Kasubdit Tipikor Jampidsus Kejagung ini.

Diketahui, penyidik menetapkan 7 tersangka dalam kasus dugaan korupsi alkes RSUD Djoelham Kota Binjai. Adalah, Direktur PT Mesarinda Abadi Teddy Law, Pejabat Pembuat Komitmen Suryana Res, Direktur PT Petan Daya Medica Feronica, Kepala Cabang Kimia Farma Medan Tahun 2012 Budi Asmono, mantan Dirut RSUD Djoelham dr Mahim Siregar, Unit Layanan Pengadaan Cipta Depari dan Suhadi Winata selaku Ketua Pokja Pengadaan Barang/Jasa.

Mereka merugikan Negara sebesar Rp 3,5 miliar dari pagu Rp 14 miliar yang bersumber dari APBN 2012.

Dari ketujuh tersangka ini, lima sudah disidangkan. Mantan Dirut RSUD Djoelham divonis 5 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsidair 3 bulan, Teddy Low divonis 7 tahun Subsidair 3 tahun, Cipta Depari divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsidair 3 bulan, Suhadi Winata divonis 1 tahun 6 bulan dan denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan, serta Suryana Res divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidair 3 bulan. Putusan ini dibacakan majelis hakim yang diketuai Ferry Sormin di Ruang Cakra I Pengadilan Tipikor Medan. (Put)