Isu SARA Harus Diwaspadai Dalam Perkembangan Informasi

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Isu SARA Harus Diwaspadai Dalam Perkembangan Informasi

Syah Putra
Friday, December 28, 2018



Irjen Polisi Gatot Eddy Pramono

Metrolangkatbinjai.com

Kasatgas Nusantara Polri Irjen Polisi Gatot Eddy Pramono, dalam diskusi Publiknya berharap agar kita selalu waspada dalam perkembangan informasi sekarang ini.

Dilansir dari RMOL.Co, Isu sensitif seperti politisasi suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) adalah isu yang paling harus diwaspadai dalam perkembangan informasi sekarang ini terlebih jelang Pemilu serentak 2019.

Demikian disampaikan Kasatgas Nusantara Polri Irjen Polisi Gatot Eddy Pramono dalam diskusi publik dengan tema "Evaluasi Akhir Tahun, Pemilu di Tengah Menguatnya Politik Identitas, Rakyat Untung apa Buntung? oleh Forum Nasional Jurnalis Indonesia (FNJI) di Jakarta, Kamis (27/12).

Menurut Asrena Kapolri ini, Pemilu di depan mata memiliki potensi kerawanan. Karena ada persaingan dalam internal partai antara caleg dan antar parpol.

"Para caleg mencari suaranya sebanyak mungkin boleh saja asal jangan menggunakan informasi hoax, politik identitas, politik uang dan cara-cara yang keluar dari koridor," sebut Gatot mengingatkan.

Dia menambahkan, analisa kerawanan Pemilu tahun depan dimana Pileg dan Pilpres diselenggarakan serentak dengan parliamentary threshold 4 persen, maka parpol akan bersaing keras merebut suara.

"Politik identitas, politisasi SARA, informasi hoax, ujaran kebencian dengan pemanfaatan isu-isu yang dapat memecah belah, black campaign digunakan dengan sangat masif di tahun politik ini maka untuk menangani semua itu dibentuklah Satgas Nusantara Polri sebagai cooling system di tengah masyarakat," tutur Gatot.

Selain itu, ujar Gatot, Indonesia memiliki 715 suku bangsa dimana 117 juta penduduk Indonesia memakai alat HP digital dan menggunakan internet, maka potensi penyebaran informasi hoax sangat besar terjadi tanpa filter terutama di media sosial.

"Media sebagai pilar keempat demokrasi, memiliki tanggung jawab yang sama bersama TNI dan Polri menciptakan cooling system karena kita mempunyai visi yang sama untuk menjaga NKRI jangan sampai terpecah-belah. Indonesia adalah rumah keberagaman yang unik di dunia, media jangan menjadi kompor," demikian Gatot.

Selain Kasatgas Nusantara Polri Irjen Polisi Gatot Eddy Pramono, pembicara lain dalam diskusi itu akademisi Dr. Agus Hari Hadi, dan pengamat media sekaligus praktisi digital Ali Sodikin. (Red/RMOL)