Harus Diusut Nih, Mesin Bantuan Pertanian Dilego Ketua Koptan

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Harus Diusut Nih, Mesin Bantuan Pertanian Dilego Ketua Koptan

yongganas ganas
Saturday, December 15, 2018
Alat pemotong padi yang telah berpindah tangan diduga dilego ketua Koptan. (ist) 



Pematang Jaya. MLB.com

Upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani dengan mengelontorkan berbagai program bantuan termasuk alat-alat pertanian, ternyata dimanfaatkan segelintir oknum

Seperti bantuan alat pemotong padi(combine) yang di berikan Dinas Pertanian Langkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2016 kepada Kelompok tani( Poktan) Mawar merah Dusun I Desa Pematang Tengah,Kecamatan Pematang Jaya misalnya. 

Kuat dugaan bantuan alat tersebut telah di jual oleh Ketua Poktan kepada warga yang bukan anggota Poktan Mawar Merah itu sendiri. 

Hal ini disampaikan Ramin warga Dusun I yang mengaku sebagai pembeli Combine kepada wartawan Rabu(12/12) di Desa Pematang Tengah.

Menurut Ramin Combine tersebut di beli okehnya dengan harga RP 5000.000, namun untuk membeli alat alat yang rusak dia terpaksa mengeluarkan dana sebesar RP.3000.000,sehingga  total uang yang dikeluarkan sebesar RP.8000.000,jelas Ramin.

" Saya beli mesinya dalam keadaan rusak lima juta, kemudian saya perbaiki dengan menganti alat-alat yang rusak sebesar tiga juta, jadi total semuanya delapan jutalah. " Ungkap Ramin seraya  mengatakan jual beli alat tersebut tidak ada surat menyurat maupun hak lainnya

" Kami saling percaya saja karena ketua kelompok mawar merah juga merangkap sebagai Kepala Dusun I. Makanya ngak pakai tanda bukti."Ketus Ramin. 

Meskipun saya bukan anggota kelompok tani mawar merah tapi Mijar sebagai Ketua kelompok  menjual dengan saya," Tegas Ramin.

Ketua Kelompok tani Mawar Merah , Mijar ,ketika dikonfirmasi lewat telpon selulernya mengatakan tidak pernah menjual bantuan dinas pertanian Cambine kepada siapapun.

" Ngak ada saya jual, ucapnya enteng. Namun ketika disinggung ada yang mengaku membeli alat tersebut,Mijar berkilah itu kata abang jawabnya."Baliknya. 

Mijar juga mengatakan setiap petani yang mau meminjam alat Combine itu tetap diberikan meskipun bukan anggota termasuk Ramin.

Yang penting combine itu masih ada di Pematang Jaya." Ujarnya berkilah. Ketika disoal bahwa anggota kelompok Mawar Merah yang lebih berhak menggunakan alat pemotong padi( cambine) daripada yang bukan anggota,Mijar langsung menutup telpon.(red)