Habib Bahar Bin Smith Tulis Surat Buat Muridnya Dari Dalam Penjara

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Habib Bahar Bin Smith Tulis Surat Buat Muridnya Dari Dalam Penjara

Syah Putra
Saturday, December 22, 2018


(Foto Net)

Metrolangkatbinjai.com

Habib Bahar Bin Smith adalah seorang ulama dan pendakwah Indonesia asal Manado, Sulawesi Utara. Dirinya merupakan pemimpin dan pendiri Majelis Pembela Rasulullah yang berkantor pusat di Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Selain itu, Pria kelahiran Manado, 33 tahun yang lalu ini, juga merupakan pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Kemang, Bogor.

Menurut salah satu sumber, Bahar dikenal sebagai seorang pendakwah yang sering memprovokasi massa. Pada setiap ceramahnya, dia selalu didampingi dan dijaga ketat oleh Laskar Pembela Islam dan Front Pembela Islam, namun tidak jarang pula didampingi oleh Barisan Ansor Serbaguna ketika berdakwah di tempat yang masyarakatnya berafiliasi dengan Nahdlatul 'Ulama.

Diketahui, Habib Bahar bin Smith telah ditahan di Mapolda Jabar dan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan melakukan penganiayaan.

Namun, beredar kabar jika Habib Bahar Bin Smith menulis surat dari dalam penjara yang ditujukan kepada orang yang ditinggalkan oleh Habib Bahar bin Smith, yakni murid-muridnya di Pondok Pesantren Taju Alawiyyin.

Dilansir dari Tribunnews.com, Beredar di dunia maya surat yang ditulis tangan oleh Habib Bahar bin Smith dari dalam penjara.
Dalam surat yang ditulis Habib Bahar bin Smith itu, tertuang tanggal penulisan 20 Desember 2018. Surat tersebut ditujukan kepada orang yang ditinggalkan oleh Habib Bahar bin Smith, yakni murid-muridnya di Pondok Pesantren Taju Alawiyyin.

Sebagai pendiri Pondok Pesantren Taju Alawiyyin, Habib Bahar bin Smith berpesan kepada muridnya agar terus semangat walaupun ia sudah dijebloskan ke penjara.

Habib Bahar bin Smith juga mengatakan ia sangat mencintai murid-muridnya melebihi cinta kepada diri sendiri.

Berikut isi lengkap surat yang ditulis Habib Bahar bin Smith dari dalam penjara,

Assalammualaikum wrb
Kepada seluruh santri-santri Ponpes Taju Alawiyyin.
Hendaklah kalian selalu semangat dalam menuntut ilmu, jangan menyerah dan jangan putus asa walaupun dalam keadaan saya di pondok.
Kalian adalah anak-anak saya semua, walaupun saya berada di balik jeruji besi, yaitu penjara.

Tapi mata hati saya selalu melihat kalian, saya mencintai kalian melebihi kecintaan saya kepada diri saya dan keluarga saya.
Pertahankan pondok pesantren, Pondok Pesantren Taju Alawiyyin harus tetap berdiri kokoh dengan atau tanpanya saya....!!!
sir wala taqif...
Wassalammualaikum wrb. (Red/Tribunnews)