Diduga Defresi, Supir Angkot Nekat Gantung Diri

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Diduga Defresi, Supir Angkot Nekat Gantung Diri

Syah Putra
Tuesday, December 18, 2018



Kuala-Metrolangkatbinjai.com

Isak tangis memenuhi seisi ruangan rumah milik salah seorang warga di Dusun Bulu Duri, Desa Bekiung, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. Pasalnya, penghuni rumah yang diketahui bernama Riski Indra Syahputra (25) Selasa (18/12) pagi, ditemukan tewas gantung diri ditiang tengah teras rumahnya.

Informasi yang dirangkum Metro Langkat, korban pertama kali ditemukan tergantung ditiang tengah ruang tamu rumah kontrakannya oleh Aprilia Br Ginting (22) yang tak lain merupakan istri korban, sekitar pukul 07.00 WIB, dimana saat ditemukan posisi korban dalam keadaan tergantung dengan tali nilon warna kuning terjerat dileher korban.

Melihat hal itu, istri korban langsung histeris sambil menangis dan meraung berteriak meminta tolong. Jeritan tersebut didengar oleh Josua Tarigan (33) yang tak lain abang ipar korban, dimana saaat itu dirinya sedang berada di luar rumah.

Kaget melihat adiknya menjerit, Josua langsung masuk kedalam rumah, dan melihat adik iparnya tergantung ditengah ruangan. Tak mau berlama-lama, dirinya langsung memutuskan tali nilon yang mengikat korban dengan cara membakarnya dengan mancis, dan meletakan korban dilantai.

Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan.SIK, saat dikonfirmasi melalui Humas Polres Langkat AKP Arnold Hasibuan mengatakan, korban ditemukan tewas gantung diri ditiang tengah ruang tamu rumah kontrakannya,  tepatnya di Lingkungan V Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat.

 Menurut Arnold, korban berprofesi sebagai supir angkot. Sedangkan motifnya diduga korban mengalami defresi. Sebelumnya korban cekcok/bertengkar dengan istrinya sehingga harus pisah ranjang, dimana istri korban tidur dirumah orangtunya yang tidak jauh rumah kontraknnya.

"Keribuatan ini diakibatkan korban menggadaikan mobil angkot yang dibawanya kepada orang lain seharga Rp 1.800.000 kepada seseorang di Tanah Merah Binjai. Namun mobil ini sudah di tebus oleh pemiliknya (Ismail) dengan perjanjian bahwa korban harus melunasi/membayarnya kepada Ismail, pada hari Senin, namun hingga waktu yang ditentukan korban belum dapat membayarnya dan terjadilah peristiwa bunuh diri," ucap AKP Arnold Hasibuan.

Polisi yang datang kelokasi kejadian, langsung melakukan oleh TKP,  namun dari hasil pemeriksaan sementara, dari tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Guna pemeriksaan lebih lanjut, jasad korban langsung di bawa ke Puskemas Kuala.

"Tidak ditemukan adayanya tanda-tanda kekerasan ditubuh korban, diduga korban murni bunuh diri dengan cara gantung diri," tambah Arnold Hasibuan. (Bud)