Berpura-pura Mati, Nyawa Pedagang Molen Selamat Dibantai OTK

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Berpura-pura Mati, Nyawa Pedagang Molen Selamat Dibantai OTK

Syah Putra
Sunday, December 9, 2018


Korban saat dirawat di Rumah Sakit

Langkat-Metrolangkatbinjai.com

Seorang warga bernama Surya Widodo, dibantai orang tak dikenal (OTK) dengan menggunakan parang. Bahkan, pelaku terus menghujani korban hingga bersimbah darah. Meski sekarat, nyawa korban selamat dari pembantaian karena berpura-pura mati.

Puas membantai pedagang pisang molen ini, pelaku lantas kabur meninggalkan korban yang terkapar diatas tempat tidur, Minggu (9/12).

Informasi dihimpun, pembantaian tersebut terjadi dalam kamar kos korban di Jalan Tanjung Pura, Simpang Alur Rejo, Desa Securai Selatan, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Minggu (9/12) sekitar pukul 03.00 dinihari.

Sejauh ini, tidak diketahui secara pasti motif pelaku. Namun dugaan sementara kasus ini merupakan perampokan.

Sebab, sepeda motor korban merk Honda Beat BK 5517 PBB warna biru putih tahun  2018, uang senilai 7 juta dan HP milik korban, dibawa kabur pelaku.

Kasus ini kini tengah ditangani pihak kepolisian Polsek Berandan sesuai LP/179/XII/2018/Su Lkt Sek Pkl Brandan, atas nama pelapor Kamijan.

Berdasakan keterangan korban yang sempat dimintai keterangan polisi, pada Pagi dinihari itu, dirinya mendengar suara kamar kosnya terbuka. Naas, saat baru membuka mata, dirinya langsung diserang pelaku dengan menggunakan senjata tajam.

"Pelaku terus menghunuskan senjata tajam jenis parang," kata korban.

Korban dibantai terus menerus dan tidak diberi ampun. Mulai dari tangan, perut dan dagu serta leher dihujani perang. Tidak ingin mati konyol, korban yang awalnya sempat melakukan perlawanan menyerah dan jatuh diatas ranjang. Seketika itu pula, dirinya pura-pura mati agar tidak terus dihujani senjata tajam.

Melihat korban yang diperkirakan mati karena tidak bergerak, pelaku lantas kabur meninggalkan korban. Baik sepeda motor dan barang berharga korban dibawa kabur.

Sesaat kondisi terlihat aman, dengan sekuat tenaga, korban lantas meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar.

Andi Sembiri (50) dan Sayuti (45) yang mendengar teriakan korban langsung bergegas. Secara sepontan mereka terkejut melihat korban bersimbah darah.

"Kami tidak mengetahui persis kejadiannya, kami hanya mendengar korban minta tolong," terang saksi.

Melihat kondisi korban sudah bersimbah darah,  dengan segera mereka memberikan pertolongan. Korban lantas dilarikan ke rumah sakit Pertamina guna mendapatkan pertolongan.

"Meski kondisinya bersimbah darah, sejauh ini korban masih hidup dan sudah ditangani pihak medis," katanya.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Polisi yang mendapatkan laporan langsung turun guna melakukan identifikasi dan memintai keterangan saksi.

"Sudah datang Polisi dan melakukan penyelidikan," sebut mereka.

Kapolsek Brandan Iptu Dhaniel Sipayung mengakui, kalau sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan langsung turun ke lokasi.

"Begitu mendapatkan laporan, kita langsung turun dan memintai keterangan saksi," kata Kapolsek Berandan, Iptu Dhaniel Sipayung.

Dirinya mengatakan, untuk motif sementara dugaan kuat ini merupakan kasus perampokan. Karena ada barang-barang korban yang hilang.

"Kita masih terus melakukan penyelidikan, saya masih dirumah sakit ini untuk berkordinasi dengan keluarga korban," terangnya. (Put)