Warga Aceh Sepakat Geram, Oknum Hakim PN Medan Sebut Orang Aceh Perusak Anak Medan

Mas'ud Ketua Aceh Sepakat Langkat

Langkat-Metrolangkat.com

Ketua Aceh Sepakat Cabang VIII Langkat, Mas'ud SH mengecam keras pernyataan ER, seorang oknum hakim di Pengadilan Negri(PN) Medan yang menyebut "WARGA ACEH BANYAK MERUSAK ANAK MEDAN". Bahkan pernyataan oknum penegak hukum itu kini viral di sebuah media cetak nasional terbitan Medan, kemarin.


"Hal ini sangat kami sesalkan , sebab jika ada warga Aceh yang tersandung kasus narkoba ini hanya perbuatan oknum dan hanya segelintir orang jangan diatasnamakan warga aceh. Sebab kami masyarakat suku Aceh diajarkan untuk menegakan hukum syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari, dan hendaknya  melaksanakan sidang jangan mengedepankan atau menyebutkan latar belakang suku terdakwa," geram Mas'ud, Jumat (16/11) pagi.


Mas'ud, caleg nomor urut 8 Dapil I asal partai PPP Langkat ini menambahkan. Pernyataan hakim tersebut sangat menyinggung perasaan masyarakat Aceh yang juga anti terhadap narkotika.


"Hal ini tidak bisa dibiarkan, maka oknum hakim tersebut harus segera minta maaf kepada masyarakat Aceh melalui media massa" ujarnya.


Dan berita ini, kata dia, telah menimbulkan reaksi marah dan protes warga Aceh yang bernaung di lembaga Aceh sepakat Sumatra Utara.


"Kita jadwalkan waktu untuk menyurati hakim yg lancang tersebut dan bila perlu unjuk rasa/demo," bebernya bernada marah.


Sementara itu, Suriadin Noer Nikmat, Ketua DPP Aceh Sepakat Sumatra Utara, melalui pesan WhatsApp, dengan singkat mengatakan akan segera menjadwalkan untuk menyurati oknum hakim PN Medan yang lancang tersebut.


"Kita Jadwalkan waktu untuk menyurati Hakim yang lancang itu, dan bila perlu kita demo besar-besaran. Ini marwah kita sebagai warga Aceh telah dinodai oleh oknum PN Medan, ER ," pungkasnya. (bay)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments