Wakil Ketua DPD RI : Saya Heran Jika Penderita Disabilitas Mental Sampai Diberikan Hak Suara



Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono (Foto Net) 
Metrolangkatbinjai.com

Masuknya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menjadi bagian dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pileg dan Pilpres 2019 nanti, terus menuai kritikan dari berbagai kalangan.

Polemik tersebut tidak hanya terjadi pada masyarakat biasa, bahkan langkah KPU mendata ODGJ disorot oleh kalangan Senator, salah satunya adalah Nono Sampono, yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPD RI.

Dilansir dari RMOL.Co, langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendata orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berpotensi menjadi pemilih di Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 2019, menuai kritikan dari kalangan Senator di Senayan.

Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono, merasa heran jika penderita Disabilitas mental sampai diberikan hak suara.

"Menurut saya orang yang tidak sadar itu tidak diperbolehkan. Kecuali kalau orang sakit, kalau dia sakit fisik tidak apa-apa memilih, tapi kalau ingatannya, sebaiknya tidak," tutur Nono di gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Minggu (25/11).

Mantan Dankormar itu mengaku juga belum melihat aturan KPU-nya. Tetapi sepengetahuannya, orang gila pun mendapat perlakuan yang berbeda di mata hukum.

“Hukum saja membedakan kok, dia membunuh orang misalnya secara sadar dengan tidak sadar itu kan berbeda, sama juga di pemilihan," tegas senator asal Maluku ini. (Red/RMOL)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments