Unjuk Rasa Ratusan Siswa SMAN 1 Salapian, Kasek : Saya Yakin Aksi Ini Ditunggangi AM




Salapian-Metrolangkatbinjai.com

Minta kasek turun dari jabatan, Ratusan Pelajar SMA Negeri I Salapian, kembali menggelar demo di Sekolah.

Aksi tersebut dilakukan para pelajar akibat banyaknya kutipan di sekolah tersebut. Mulai dari uang bangunan, uang ijazah, Osis, dan sejumlah kutipan lainnya yang dianggap sangat memberatkan.

Seperti uang untuk mengambil ijazah, pihak sekolah disebutkan mengutip sebesar Rp 125 ribu. Kutipan tersebut membuat pelajar keberatan dan akhirnya menggelar aksi meminta kepala sekolah mundur dari jabatannya.

Kepala SMA Negeri I Salapian, Rismauli Hutabarat, saat di mintai keterangannya menegaskan bila aksi unjuk rasa yang dilakukan para pelajarnya, ditunggangi oleh orangtua Murid berinisial AM, sekaligus rekanan di Sekolah tersebut.

"Saya yakin aksi ini ditunggangi AM. Karena sebelumnya kami ada masalah dengan pekerjaan di Sekolah. Dia juga pernah melontarkan kata kata untuk mendemo saya," kata Risma.

Terkait kutipan, Risma tidak menepisnya. Namun, Risma menegaskan bahwa kutipan itu dilakukan sesuai kesepakatan bersama dengan Komite Sekolah 

"Sebenarnya bukan kutipan, tetapi bantuan murid ke Sekolah. Bantuan juga tidak dibebankan kepada siswa miskin," tegasnya.

Perkataan Rismauli merupakan tindak lanjut dari tuntutan para Siswa saat melakukan unjukrasa sejak Kamis kemarin yang meminta Kasek mundur dari jabatanya serta meningalkan Sekolah, karena para Siswa tidak ingin kalau Rismauli Hutabarat memimpin sekolah SMA Negeri 1 Salapian.

Sebelumya, salah seorang Perwakilan siswa yang mengaku bernama Febry, mengatakan jika seluruh siswa sudah tidak mau lagi dipimpin oleh Rismauli Hutabarat.

"Jika tuntutan itu tidak terealisasi, maka aksi ini terus akan kami lanjutkan," sorak para siswa saat melakukan aksi.

Bahkan, isu merebak di Sekolah tersebut jika antara para Guru dengan Kepala Sekolah, sudah tidak harmonis lagi. Hal tersebut diamini beberapa Guru.

"Betul itu, tanya aja sama Guru guru yang lain," ucap salah seorang Guru yang namanya minta dirahasiakan.

Tidak hanya itu, menurut para Guru, Porkopimcam pun tidak cocok lagi dengan Kepala Sekolah.

"Kami dulu setiap hari besar selalu baris di sekolah ini, namun saat ini sudah pindah ke salahsatu sekolah SLTP Negeri 1 Salapian. Tanya saja sama Bapak porkopimcam kalau ingin tau kebenarannya,' sebut para Guru yang tidak mau menyebutkan namanya. (Ris)


Show EmoticonHide Emoticon