Terkait Vonis Pembakar Bendera Tauhid, Ketua GNPF Ulama Kota Binjai : Kami Kecewa !!!



Ketua GNPF Ulama Kota Binjai Ust Sanni Abdul Fattah

Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Pembakaran Bendera Tauhid yang terjadi beberapa waktu lalu oleh Oknum Banser di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, membuat Umat Muslim menjadi marah.

Bahkan, sebagai bentuk Protes Umat Muslim terhadap pembakaran Bendera tersebut, hampir di Seluruh Indonesia menggelar Longmarch (Aksi Bela Tauhid).

Tidak hanya itu, para Peserta aksi dalam Orasinya juga meminta kepada Pemerintah untuk menghukum seberat beratnya Pelaku pembakaran tersebut.

Tuntutan umat muslim untuk menghukum seberat beratnya pembakar Bendera Tauhid ternyata berbanding terbalik. Sebab, Dua orang Pelaku tersebut hanya di Vonis 10 hari Penjara dan Denda Rp 2000 oleh Majelis Hakim.

Terkait Vonis tersebut, Ust Sanni Abdul Fattah yang menjabat sebagai Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa, angkat bicara. Dirinya merasa heran dengan Vonis yang di jatuhkan kepada para Pelaku pembakar Bendera Tauhid.

"Pastinya kami merasa kecewa berat dengan Vonis yang dijatuhkan terhadap kedua tersangka pembakar Bendera Tauhid. Ada apa dengan Negara kita ini," ucap Ust Sanni penuh tanya.

Bagi kami, sambungnya, Putusan tersebut semakin menunjukkan bahwa Rezim yang berkuasa saat ini memang tidak berpihak kepada Ummat Islam.

"Dendanya Dua Ribu Rupiah. Ini denda atau bayar Parkir," kata Ust Sanni.

Menurutnya, disaat Jutaan Umat Islam dimana-mana marah atas kejadian tersebut, pelaku malah di Vonis dengan hukuman yang sangat ringan.

"Jutaan Umat Muslim marah atas kejadian itu, tapi Putusan Hukuman bagi keduanya seolah hanya main main. Kami lihat, sepertinya hukum di Negara ini sudah jadi lawak lawak," bebernya.

Oleh karena itu, lanjut Ust Sanni, kami berpandangan jika Rezim ini harus diganti agar proses hukum dan putusan hukum benar benar ditegakkan.

"Tidak ada kata lagi, 2019 ganti Rezim lawak lawak ini... ALLAHU AKBAR," tutup Ust Sanni dengan penuh semangat.  (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments