Tempat Pelampiasan Birahi Masih Subur, Ratusan Warga Besitang Gelar Aksi


Warga besitang gelar aksi

Besitang-Metro Langkat.Com

Resah dengan keberadaan PSK dan tempat maksiat, ratusan warga Kec Besitang dan sekitarnya, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Perduli Besitang, menggelar aksi unjuk rasa menuntut penutupan tempat hiburan berupa hotel, caffe dan warung remang-remang yang menyediakan PSK bagi para lelaki hidung belang.


Aksi unjuk rasa di mulai dari Masjid Nurul Iman Desa Bukit Selamat, Kec Besitang, Kab Langkat, Rabu (21/11/18) siang sekitar pukul 14.30 WIB, dengan menggelar orasi didepan Hotel Besitang berlanjut ke depan Kantor Polsek Besitang dan Kantor Camat Besitang.

Ratusan warga

Dalam orasinya, masyarakat meminta kepada Pemerintah Kecamatan (Forkopimcam) Besitang untuk menindak tegas keberadaan hotel, Caffe dan warung remang-remang (Tenda Biru) yang menyediakan PSK (Penjaja Sex Komersial)


Jeffry R Wanda orator aksi yang juga mantan Gubernur Fisip USU mengatakan, keberadaan hotel, caffe dan warung remang-remang di Kec Besitang sangat meresahkan warga, dimana tempat ini dijadikan sebagai tempat pelampiasan hasrat birahi insan berlainan jenis yang bukan muhrimnya.


"Hotel, Caffe dan Warung yang ada menyediakan PS, dimana keberadaan mereka 80 % merupakan orang pendatang dari Aceh dan orang luar bukan warga Besitang, kita minta tempat ini segera ditertipkan/ditutup, kita tidak ingin warga Besitang mendapat azab dan murka Allah SWT atas perbuatan maksiat yang mereka lakukan.


Hari ini kita turun  bukan untuk melawan, melainkan menyampaikan aspirasi kami sebagai warga Besitang, sudah sering dilakukan aksi namun tidak berdampak efek jera, dan ini aksi kedua, untuk itu kita minta tempat-tempat maksiat ini untuk ditertibkan/ditutup, jika tidak maka kami sebagai warga akan membuat aksi yang lebih besar lagi dan akan membakar tempat-tempat tersebut ", ucap Jeffry menyampaikan aspirasi masyarakat disambut teriakan Allahu Akbar


Sementara itu, Kapolsek Besitang AKP M.I. Saragih  saat menemui para pengunjuk rasa didepan Mapolsek Besitang, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi.


" 11 bulan saya bertugas disini, sudah 9 kali melakukan penangkapan bersama Forkopimcam Besitang tentang kemaksiatan, saya harap para pengunjuk rasa untuk menyampaikan aspirasinya ke Dinas Sosial dan Dinas terkait lainnya bukan kemari. 


Saya hanya menjalankan tugas, saat ditangkap 1x24 jam para PSK harus dilepas, karena didalam KUHP tidak ada tuntutan terhadap PSK, jika tidak dilepas mereka bisa menggugat kita, namun masalah ini akan saya sampaikan ke Dinas Sosial", ucap AKP Saragih menenangkan warga.


Merasa tidak puas dengan jawaban yang diberikan Kapolsek, warga bergerak menuju Kantor Camat Besitang, dimana warga meminta Camat Besitang Ibnu Hajar untuk menutup dan menghapus segala bentuk kemaksiatan dan prostitusi yang ada di Besitang.


Sementara itu Camat Besitang Ibnu Hajar, mengatakan keberadaan hotel, caffe dan warung, izinnya bukan pihak Kecamatan yang mengeluarkan, sehingga pihaknya tidak berhak menutup tempat yang dimaksud.


"Apapun yang bapak ibu sampaikan, secepatnya akan kita sampaikan ke Dinas terkait, Dinas Sosial atau Kantor Pelayanan Terpadu, dan saya harap semua bisa tenang dalam menyikapi hal ini", ucap Pak Camat dihadapan ratusan orang.


Namun masyarakat berharap, pihak Kecamatan dan Forkopimcam Besitang, dapat segera mengambil tindakan dan menutup tempat-tempat maksiat, yang mana keberadaannya sudah sangat meresahkan, terutama bagi para remaja sekitar.


"Kita minta hapuskan prostitusi di Besitang ini, kita tidak ingin anak istri kita merasakan dampak buruknya, karena para PSK sudah tidak malu-malu lagi dalam menjalankan aksinya, hampir disetiap tempat ada, untuk itu kita minta tempat ini baik tempat Prostitusi dan tempat maksiat lainnya di Kec Besitang ini termasuk judi juga harus di tutup ", tambah Jeffry mengeaskan jika tidak ada tanggapan dan tindakan, kedepannya akan membuat aksi yang lebih besar lagi di penghujung tahun ini.


Aksi unjuk rasa ini berjalan dengan damai dan lancar, dimana terlihat puluhan pasukan Polisi dari jajaran Polres Langkat serta anggota TNI dari Kodim 0203 Langkat, mengawal aksi ini, menjelang sore para pengunjuk rasa secara tertib meninggalkan lokasi. (Bud)





Show EmoticonHide Emoticon