Polres Langkat Gagalkan 1 Kg Sabu Tujuan Jakarta



Foto ilustrasi Net

Langkat-Metrolangkatbinjai.com

Personel Satuan Reserse Narkoba Polres Langkat, berhasil menggagalkan pasokan narkoba tujuan Tanggerang, Jakarta, berikut menyita barang bukti 1 kilogram sabu dari tersangka kurirnya yang berada didalam bus penumpang umum Kurnia BL- 7802 PB, Minggu (18/11) Pukul 06.30 WIB.

Tersangka, Wan (38) warga Dusun Gampong Geuleuding, Desa Masjid Geuleuding, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, diamankan saat petugas menggelar razia di Jalan Lintas Sumatera, persisnya di depan Pos Lantas Sei Karang, Desa Kwala Begumit, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.

Informasi diperoleh, sebelumnya personel Polres Langkat, menerima informasi dari masyarakat akan melintas seorang kurir yang diduga membawa narkoba dengan menumpang kendaraan bus penumpang umum.

Selanjutnya, Petugas yang dipimpin langsung Kasat Narkoba Polres Langkat AKP M. Yunus Tarigan, bersama dengan anggotanya melakukan razia dan menyetop salah satu bus penumpang umum jurusan Aceh-Medan di depan pos lalu lintas Sei Karang.

Kemudian pihak kepolisian meminta izin kepada supir agar dapat memeriksa seluruh penumpang serta barang bawaan mereka dan melakukan pemeriksaan terhadap penumpang, yang akhirnya menemukan bungkusan yang berisi sabu diketahui milik tersangka.

Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan, melalui Kasat Narkoba AKP M Yunus Tarigan, ketika dikonfirmasi wartawan via sambungan telepon seluler, Selasa (20/11) membenarkan penangkapan tersebut.

Berdasarkan pengakuannya kepada petugas saat diintrogasi, tersangka mengakui bahwa barang haram tersebut diperolehnya dari seeorang berinisial Rah (25) warga Dusun Gampong Geuleuding, Desa Masjid Geuleuding, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie.

"Nantinya, setibanya di Tanggerang Jakarta, Rah yang akan mengatur kemana sabu tersebut diantar. Tersangka sebelumnya dijanjikan uang sebesar Rp 40 juta jika sabu tersebut sampai dilokasi yang dituju. Namun dia hanya memperoleh uang panjar sebesar Rp 2 juta dan yang habis baru Rp1 juta, untuk biaya dalam perjalanan," ujar Kasat. (Red)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments