Penarik Ojek Online Medan Berunjukrasa Di Kantor Go-Jek




Metrolangkatbinjai.com

Bisnis atau pun usaha yang bergerak dibidang Jasa melalui Online memang sangat memanjakan konsumennya. Selain mudah, para konsumen cukup menunggu dirumah saja.

Namun, bisnis atau usaha Online tidak selamanya berjalan lancar. Seperti yang terjadi di Kota Medan, para penarik Ojek Online menggelar unjuk rasa di kantor mereka. Hal itu karena adanya pemblokiran sepihak terhadap akun mereka.

Dilansir dari RMOLSumut.com, Pemblokiran sepihak terhadap akun penarik ojek Online oleh pihak perusahaan membuat ratusan penarik ojek berunjuk rasa ke kantor Go-Jek di Jalan Padang Golf, no BB 50, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kamis (22/11).

Mereka mengaku tidak terima, sebab pemblokiran akun mereka dilakukan karena dituduh melakukan kecurangan dengan menggunakan aplikasi fake GPS atau yang sering disebut dengan istilah Tuyul.

"Selama 1,4 tahun saya jadi pengemudi Gojek nggak pernah pakai fake GPS. Bahkan saya sering ribut sama kawan yang pakai Tuyul (fake account)," kata salah seorang pengunjuk rasa, Heri.

Heri mengaku selama ini ia tidak pernah bermain curang untuk mendapatkan poin yang menjadi target para penarik ojek online setiap harinya. Komplain perihal pemblokiran sepihak ini sendiri sudah disampaikannya melalui call center, namun oleh pihak Go-Jek ia justru disuruh menunggu hingga 2 x 24 jam dengan alasan untuk mengecek transaksinya. Hasilnya komplainnya tersebut ditolah dan kemitraan mereka dinyatakan berakhir.

"Jika Anda masih memiliki dokumen yang dijadikan jaminan, silahkan segera ambil di Kantor Operasional pada hari dan kerja. Terima kasih," demikian pesan jawaban yang disampaikan aplikator Go-Jek.

Para pengunjuk rasa menyebutan tudingan-tudingan seperti ini sangat tidak mendasar dan sangat merugikan mereka. Mereka meminta agar pihak perusahaan lebih arif dalam menerapkan kebijakan terhadap mereka. Kekecewan atas kondisi ini membuat para pengunjuk rasa sempat membakar jaket yang menjadi seragam khas penarik ojek Online di lokasi aksi. Hingga aksi berakhir, tidak ada satupun perwakilan dari perusahaan yang datang menemui mereka. (Red/RMOL)


Show EmoticonHide Emoticon