ODGJ Menjadi Bagian Dari DPT, Ridwan Kamil : Bagaimana Memastikan Pilihannya Objektif



Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto Net) 

Metrolangkatbinjai.com

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menjadi bagian dari Daftar Pemilih Tetap (DPT). Hal itu sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 135/PUU-XIII/2015, yang menyebutkan untuk mengakomodir ODGJ untuk tetap bisa memiliki hak pilih.

Hal itu tentunya banyak menuai Polemik ditengah tengah masyarakat karena pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga mengklaim memiliki landasan kuat untuk memasukkan ODGJ sebagai bagian dari DPT.

Begitupun, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menganggap bahwa hal tersebut bukanlah menjadi masalah.

Dilansir dari RMOL.Co, Komisi Pemilihan Umum mendata orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) atau orang gila masuk dalam daftar pemilih menuai polemik akhir ini.

"Saya kira kalau itu dirasa memang harus ada, saya kira tidak ada masalah," ujar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Kawasan SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (25/11).

Sebelumnya, pihak KPU mengklaim memiliki landasan kuat untuk memasukkan ODGJ sebagai bagian dari DPT. Hanya, dalam praktiknya di lapangan, ada persyaratan tambahan.

Landasan hukum yang dimaksud adalah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 135/PUU-XIII/2015 itu mengakomodir ODGJ untuk tetap bisa memiliki hak pilih.

Menanggapi hal itu, Ridwan kamil menegaskan sebagai kepala daerah, kewajibannya adalah melaksanakan segala peraturan yang sudah ditetapkan. Berkaitan dengan Pemilu, tentu keputusan dari KPU sebagai penyelenggara.

"Pada dasarnya mengikuti apa pun aturan yang diputuskan oleh KPU, DPR atau pun perundangan, tugas dari kepala daerah ini mengamankan bukan mempertanyakan," jelasnya.

Hanya saja, Ridwan Kamil memberikan satu catatan bahwa penggunaan hak politik penderita gangguan jiwa harus bisa dipastikan pilihan itu betul-betul objektif.

"Bagaimana memastikan pilihannya objektif?" demikian Ridwan Kamil. (Red/RMOL)


Show EmoticonHide Emoticon