Keputusan Yusril Ihza Mahendra Menjadi Kuasa Hukum Jokowi-Ma'ruf Disesalkan Kadernya



Yusril Ihza Mahendra (Foto Net) 

Metrolangkatbinjai.com

Keputusan yang sangat mengejutkan datang dari Yusri Ihza Mahendra (YIM). Pakar hukum tata negara ini resmi menjadi kuasa hukum pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin untuk Pilpres 2019.

Pilihan sikap Yusril ini tentunya sangat mengejutkan kader Partai Bulan Bintang (PBB). Bahkan beberapa kadernya juga angkat bicara terkait keputusan yang dibuat Yusril.

Salah seorang yang yang tidak terima dengan keputusan Yusril adalah Novel Hasan Bamukmin. Sebagai Kader PBB sekaligus Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212, dirinya mengatakan bila memang benar Yusril jadi pengacara Jokowi-Ma'ruf, maka hal itu tidak bisa diterima.

Begitupun, Keputusan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra menjadi kuasa hukum pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin, merupakan hak konstitusional sebagai warga negara.

Dilansir dari RMOL.Co,
Jurubicara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, Senin (5/11) mengatakan, pihaknya menghormati dan menghargai Keputusan Yusril Ihza Mahendra.

 "Kami hormati dan hargai hak konstitusi Pak Yusril memilih sebagai pengacara Pak Jokowi-Ma'ruf," katanya.

Namun demikian, kata Andre, hingga saat ini PBB belum menyatakan dukungan terhadap salah satu kandidat Capres-Cawapres di Pilpres 2019.

"Sampai sekarang semua tahu bahwa PBB di bawah kepemimpinan Pak Yusril tidak punya sikap sama sekali. Tidak pernah menyatakan dukungan apa-apa ke Pak Prabowo," jelasnya.

"Jadi, Pak Yusril jadi pengacara Pak Jokowi Itu urusan Pak Yusril," kata Andre. (Red/RMOL)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments