Kantor BPN Langkat Didemo Ratusan Petani,Bawa Piring Dan Periuk Nasi

Warga petani demo BPN Langkat

Langkat – Meteolangkat.com
Ratusan massa Kelompok Tani Jaya Kembali dan Kelompok Tani Sumber Rejeki Desa Sebertung Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat berunjuk rasa ke Kantor Bupati Langkat dan Badan Pertanaha Nasional (BPN) Kabupaten Langkat, Kamis 15 November 2018.
Unjuk rasa massa tersebut terkait lahan yang mereka klaim milik mereka dikuasai PT Amal Tani yang berkedudukan di Tanjung Putri Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat.
Warga petani tidur tiduran di BPN
Hampir delapan ratusan masyarakat petani yang mendatangi kantor Bupati Langkat dan sebahagia massa mendatangi kantor BPN ( Badan Pertanahan Nasional ) Kab.Langkat.
Didepan kantor BPN ratusan orang yang di dominasi kaum ibu membawa berbagai peralatan dapur antara lain piring kaleng dan tutup panci tersebut berteriak – teriak dengan disertai memukul – mukul alat yang dibawa mereka.
Selain ibu – ibu terlihat juga kaum bapak dan pemuda yang tergabung dalam keluarga kelompok tani tersebut,mereka menuntut agar BPN Kab.Langkat segera membatalkan HGU PT.Amal Tani yang dinilai cacat hukum,karena didalam HGU tersebut ada lahan masyarakat sekitar 1500 hektar dan mereka memiliki akte atas tanah tersebut.
Menurut salah seorang pengunjuk rasa M.Ramidi Tarigan (53) warga Desa Suka Rejo Kec.Serapit salah mengatakan bahwa dirinya bersama keluarganya dahulu membuka lahan tersebut hingga pohon karet yang mereka tanam sudah lebih sebesar paha orang dewasa namun saat itu pada tahun 1984 segerombolan preman menebangi pohon karet mereka bukan hanya milik kelurganya saja tetapi semua milik masyarakat petani yang ada disana bahkan warga yang saat itu memberi perlawanan meninggal dibantai para preman saat itu,karena merasa terancam kami banyak yang mundur saat itu lah lahan kami dikuasai PT.Amal Tani paparnya.
Sejumlah kaum ibu juga meneteskan air mata mengenag rekan sesama petani saat itu menjadi korban dan menceritakan bagaimana sulitnya mereka saat membuka lahan tersebut.
Karena tidak ada terbentuknya tim terpadu sesuai penunjukan Tim saber pungli pusat untuk penyelesaian masalah,tidak tepat waktu pihak – pihak yang menjanjikan penyelesaian penyerobotan lahan masyarakat yang pada saat pertemuan paling lama dua Minggu sejak pertemuan 11 Oktober 2018 di Polres Langkat namun sampai saat ini tidak ada berita untuk menyelesaikan masalah,tidak ada upaya pihak Pemkab Langkat ,BPN Langkat dan pihak terkait dalam penyelesaian perampasan lahan.
Atas dasar itu aksi ini kami lakukan terang Brawijaya Meliala sebagai ketua Kelompok Tani Jaya Kembali dan sebagai perwakilan masyarakat saat itu.
Dari ratusan orang yang berunjuk rasa tersebut dibagi menjadi dua ,satu grup di kantor BPN dan satu lagi di Kantor Bupati Langkat,unjuk rasa petani tersebut berjala tertib di bawah pengawala personil Polres Langkat dan Satpol PP Kabupaten Langkat.
Selang bebarapa saat 6 orang perwakilan petani pengunjuk rasa menemui BPN Langkat didalam kantor BPN Langkat. Sebelunya Brawijaya Meliala mengutarakan kepada pihak BPN dan Kepolisian, pertemuan dengan BPN didalam ruangan hanya sia sia.
“apa yang mau dibicarakan kalau hanya penjelasan kami tidak mau. kami mau batalkan HGU PT.Amal Tani, karena kami sudah jenuh menunggu hasilnya terangnya dan menolak permintaan pihak BPN,”tutur Brawijaya.
Sampai berita ini di publish (14.40 WIB) pertemuan antara perwakilan petani pengunjuk rasa dan BPN Langkat masih berlangsung, sementara jurnalis yang hendak menjalankan tugas jurnalismenya ditolak kehadirannya dalam pertemuan tersebut oleh salah seorang pegawai BPN Langkat bermarga Pasaribu./ref/yg


Show EmoticonHide Emoticon