Jenazah Suhermansyah Diantar Ambulan Tanpa Hasil Visum



Jenazah Suhermansyah usai ditemukan di semak-semak

Rantauprapat-Metrolangkatbinjai.com

Jenazah Suhermansyah (26) yang notabene merupakan salah seorang penumpang angkutan umum Bus Bintang Utara Nomor 17 jurusan Medan-Dumai dan ditemukan sudah menjadi mayat di semak-semak pinggir jalan lintas Sumatera-Riau kawasan Aek Kanopan (bukan Ujung Batu sebagaimana pada berita sebelumnya-red), dipulangkan pihak Kepolisian Polsek Aek Nabara ke kampungnya di Sei Serapoh ABC, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, menggunakan ambulan milik RSUD Rantauprapat.

Selain kematian korban yang dianggap masih misterius, pihak RSUD Rantauprapat menyerahkan jasad korban kepada keluarganya tanpa disertakan hasil visum et repertum. Sehingga, pihak keluarga korban samakin bertambah heran dan sangat berduka dengan kematian anaknya yang sangat mengenaskan itu.

"Pihak Polisi cuma menelpon sekitar jam 01.00 WIB, bahwa mereka menemukan jenazah korban anak saya. Polisi cuma bilang kalau anak saya meninggal karena diduga mengalami kecelakaan," ujar Ali Nurahman (64), ayah korban kepada Metrolangkatbinjai.com, Kamis (1/11).

Informasi yang diterima pihak keluarga dari teman korban, Candra, warga Sawit Sebrang, yang kebetulan sama-sama akan berangkat ke Pekanbaru menggunakan Bus Bintang Utara, sejak dari loket pembantu di Pasar 10 Tanjung Beringin sampai ke Ujung Tanjung, Candra masih melihat keberadaan korban di dalam bus.

"Dari Pasar 10 Tanjung Beringin, Kabupaten Langkat, saya kebetulan bersama-sama satu kendaraan bersama korban. Dari Tanjung Beringin, kami naik Bintang Utara Nomor 69. Saya sebangku dengan Korban duduk di bangku nomor 16," ujar Manulang, menirukan ucapan Candra teman korban.

Kepada keluarga korban, Candra menjelaskan bahwa mereka diberangkatkan ke Medan sekitar pukul 14.30 WIB. Sesampai di Medan, mereka dan penumpang lainnya yang akan berangkat dengan tujuan Pekanbaru, dipindahkan ke Bus Bintang Utara Nomor 17 tujuan Dumai. Kemudian mereka diberangkatkan sekitar pukul 18.00 WIB menuju Provinsi Riau.

"Sampai di Asahan, bus berhenti di salah satu rumah makan. Seluruh awak dan penumpang turun dan makan. Saat itu, Candra dan korban terus masih bersama," ujar Manulang lagi.

Kemudian, sekitar hampir 2 jam, seluruh penumpang sudah naik ke dalam kendaraan, bus kembali melanjutkan perjalananan.

Beberapa jam kemudian, Ketika bus sampai di Ujung Tanjung, seluruh penumpang yang tujuan Pekanbaru, diover lagi ke Bus Bintang Utara jurusan Pekanbaru.

"Menurut Candra teman korban, dirinya masih sempat melihat korban memindahkan barang-barang bawaannya ke bangku yang nanti akan didudukinya. Setelah penumpang memindahkan barang-barang dan mendapatkan tempat duduk masing-masing, Candra teman korban kemudian tertidur," ujarnya.

Nah, ketika bus Bintang Utara yang mereka naiki dengan tujuan Pekanbaru berangkat, Candra sudah tidak lagi melihat korban. Pada saat sampai di Pekanbaru, Candra juga merasa heran karena korban Suhermansyah sudah tidak kelihatan.

"Candra yang awalnya sama-sama berangkat dengan korban juga kaget dan seperti gak percaya begitu diberitahu kalau Suhermansyah dinyatakan meninggal karena kecelakaan pada malam keberangkatan mereka. Apalagi jenazah korban ditemukan di semak-semak di sekitar Aek Kanopan. Karena Candra menceritakan, sejak dari Asahan ke Ujung Tanjung, kendaraan bus yang mereka tumpangi gak pernah berhenti," ujarnya heran.

Manulang dan seluruh keluarga korban meminta agar pihak Kepolisan mengungkap kasus tewasnya korban Suhermansyah dengan kondisi yang mengenaskan di Aek Kanopan.

Pihak keluarga juga sangat menyesalkan sikap pihak perusahaan angkutan PT.Bintang Utara yang sepertinya lepas tangan. Padahal, keberadaan dan keselamatan seluruh penumpang yang menggunakan armada itu, menjadi tanggungjawab awak bus Bintang Utara.

"Kenapa korban bisa tertinggal dan jenazahnya ditemukan di kawasan Aek Kanopan. Berarti, pihak yang menghabisi nyawa korban dari lokasi terakhir saat seluruh penumpang dipindahkan ke angkutan armada Bintang Utara dari Unjung Tanjung, dibawa ke arah balik lagi dan dibuang ke semak-semak di pinggir jalan lintas Sumatera di Aek Kanopan.(Rudi/Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments