GNPF Ulama Kota Binjai Kecewa Atas Sikap Yusril Ihza Mahendra



Ketua GNPF Ulama Kota Binjai Sanni Abdul Fattah

Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Keputusan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, menjadi kuasa hukum pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin, membuat masyarakat bertanya tanya.

Walaupun Keputusan tersebut merupakan hak Konstitusional sebagai warga Negara, namun banyak yang merasa kecewa atas Keputusan tersebut.

Selain beberapa Kader PBB, beberapa Ormas Islam seperti Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, juga kecewa dengan Keputusan yang sudah diambil Yusril Ihza Mahendra, yang juga merupakan Pakar Hukum Tata Negara ini.

"Kami merasa sangat heran dengan Keputusan yang diambil oleh YIM (Yusril Ihza mahendra-red) untuk menjadi kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf. Ada apa dengan Ketua Umum PBB ini?" ucap Ketua GNPF Ulama Kota Binjai, Ust Sanni Abdul Fattah, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (6/11).

Dirinya juga mengatakan, kerap kali setiap YIM berkunjung ke Sumut, Ust Sanni dan kawan kawan senantiasa mengikuti Kuliah Umum.  Bahkan, Tabligh yang disampaikan oleh YIM selalu menyinggung untuk tidak berpihak ke Petahana.

"Tapi mengapa sekarang kok bisa berbalik gagang," beber Ust Sanni penuh tanda tanya.

Begitupun, sambung Ust Sanni, hal itu bukan menjadi masalah baginya. Sebab, GNPF Ulama tetap terus berjuang untuk kemenangan Prabowo-Sandiaga.

"Silahkan saja Beliau ke pihak Petahana dengan segala macam alasannya. Kami tetap akan memperjuangkan Prabowo-Sandi untuk menang dalam Pilpres nanti," ungkap Ust Sanni, seraya mengatakan siapapun yang berada dalam barisan Jokowi-Ma'ruf, maka bersiaplah untuk menerima kekalahan mereka dalam Pilpres nanti.

"Selamat kepada YIM yang sudah berada satu Barisan dengan Ngabalin, TGB, Kapitra Ampera, La Nyalla Mattaliti, dan lain lain. Insya Allah kami bisa lebih fokus memperjuangkan Prabowo-Sandi," tutup Ust Sanni.

Diketahui, Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra, resmi menjadi kuasa hukum pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin untuk Pilpres 2019. Pilihan sikap Yusril ini mengejutkan kader Partai Bulan Bintang (PBB).

Dikutip dari Viva.co.id,
Kader PBB sekaligus Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Hasan Bamukmin, mengatakan bila memang benar Yusril menjadi Pengacara Jokowi-Ma'ruf, maka tak bisa diterima.

"Maka ini pengkhianatan yang luar biasa walaupun seumpama YIM (Yusril Ihza Mahendra) atas nama pribadi sekali pun. Jelas saya dan Kader yang lainnya sangat marah dan terpukul," kata Novel kepada wartawan, Senin malam, 5 November 2018.

Novel tak habis pikir dengan sikap Yusril memilih menjadi kuasa hukum Jokowi. Alasannya, kata dia, 70 persen kader di PBB patuh terhadap Ijtima Ulama II. Namun, dengan manuver Yusril ini, ia pun mendesak agar PBB menggelar Munaslub untuk memecat eks Menteri Sekretaris Negara itu.

"Untuk segera digelarnya Munaslub pemecatan YIM secara tidak hormat. Karena perbuatan YIM sudah mencederai dan menistakan Partai Islam itu sendiri, karena PBB satu satunya di Indonesia Partai dengan penerapan Islam secara kafah syariat Islam," jelas Novel. (Red/Viva)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments