Enam Pelaku "Penyebar Berita Hoax" Diamankan Polisi




Metrolangkatbinjai.com

Aparat Kepolisian berhasil mengamankan 6 tersangka penyebar Berita Bohong (Hoax) yang sempat menyebarkan ketakutan melalui Media Sosial dengan adanya Penculikan anak sehingga membuat resah masyarakat.

Ke-enam tersangka penyebar Berita Bohong tersebut berhasil diamankan aparat Kepolisian dari tempat yang berbeda beda.

Adapun para tersangka yang berhasil diamankan adalah :

1. D (41) ditangkap pada hari Rabu,
31 Oktober 2018, Pukul 15.45
WIB, di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.

2. EW (31),
ditangkap pada hari Kamis, 1
November 2018, Pukul 17.45
WIB, di Kecamatan Parung, Bogor,
Provinsi Jawa Barat.

3. RA (33),
ditangkap pada hari Jumat,
2 November 2018, Pukul
00.35 WIB, di Kecamatan Senen,
Jakarta Pusat.

4. JHS (31), ditangkap pada hari
Jumat, 2 November 2018, Pukul 08.00 WIB, di
Purwakarta, Jawa Tengah.

5. DNL (20) ditangkap pada hari Jumat, 2
November 2018, Pukul 08.00
WIB, di Cengkareng, Jawa Barat.

6. N (23),
ditangkap pada hari Jumat,
2 November 2018, Pukul 13.00
WIB, di Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Penangkapan ke-enam tersangka tersebut di benarkan oleh Kapolres Langkat AKBP Dedy Indriyanto. Dirinya juga menegaskan jika isu penculikan anak tersebut adalah berita bohong (Hoax).

"Benar bahwa isu penculikan anak adalah HOAXs. Tinggalkan isu ini karena kontra produktif dan menyesatkan masyarakat," tegasnya, saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (3/11) Siang.

Para tersangka dianggap telah melanggar Tindak Pidana Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang No. 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, yaitu Barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan
keonaran dikalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan
itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun.

Sebelumnya, Kasubdit II Dit Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul di Bareskrim Polri, Jalan Taman Jatibaru, Cideng, Jakarta Pusat, Jumat (2/11) mengatakan,

"Motif yang mereka lakukan sebagian besar ini rata-rata menyebarkan konten ini dengan ikut-ikutan untuk menyebar informasi penculikan anak dan lebih waspada meskipun informasi penculikan tersebut tidak pernah dicek kebenarannya dan tidak benar, sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat," ucapnya. (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments