Bobol Kawat Ring, Ratusan Narapidana di Lapas Kelas llA Banda Aceh Melarikan Diri



Jendela Lapas yang digunakan oleh Napi untuk kabur

Metrolangkatbinjai.com

Sebanyak 110 orang Tahanan Lapas Kelas IIA Kota Banda Aceh, yang beralamat di Desa Reuleh, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, melarikan diri, Kamis (29/11) Petang, sekira Pukul 18.30 Wib.

Informasi yang berhasil dihimpun, kaburnya ratusan Tahanan tersebut berawal saat para Narapidana Lapas Kelas IIA Kota Banda Aceh melaksanakan sholat Maghrib berjamaah di Musholla Lapas. Namun, sekitar 50 Narapidana tiba tiba membawa barbel untuk membobol kawat ring kedua.

Setelah berhasil membobol kawat ring, para Narapidana berlari kearah pintu akses P2O. Namun karena pintu akses P2O terkunci, mereka akhirnya melewati Aula dan gudang Lapas.

Dengan menggunakan barbel dan benda tumpul lainnya, para Narapidana tersebut mendobrak besi tralis jendela ruang Aula dan gudang yang menghadap keluar Lapas.

Kesempatan tersebut tidak di sia siakan oleh mereka. Sebagian Narapidana langsung kabur dan melarikan diri. Namun ada juga yang mengurungkan niatnya untuk kabur dan kembali ke Musholla guna melaksanakan sholat maghrib berjamaah.

Keganasan para Narapidana terus berlanjut, Petugas piket yang berjumlah 10 Orang ( 3 orang Sipir dan 7 orang CPNS Menkumham) juga tak luput dari keganasan mereka. Bahkan, salah seorang Petugas Piket yang bernama Budi, yang saat itu berada di parkiran Lapas, dipukuli oleh para Narapidana yang melarikan diri.

Tidak sampai disitu, Narapidana juga melakukan pencurian 1 unit sepeda motor merk Beat (Nopol BL 3127 AH) yang digunakan oleh Nurlaila (Karyawan Permodalan Nasional Madani/PNM) dan pada saat kejadian dirinya sedang melintas di Lapas Kelas IIA Kota Banda Aceh.

Kakanwil Kemenkum HAM Aceh, Agus Toyib, saat dikonfirmasi awak media menduga sebelum Para Narapidana melarikan diri, ada kegiatan pertukangan di dalam, sehingga para Napi mengambil alat pertukangan seperti linggis, martil dan peralatan tukang lainnya.

"Ini insiden. Jadi kita pastikan tidak ada sipir atau petugas lapas yang terlibat. Untuk data lengkapnya nanti kita sampaikan. Soalnya Pak Kepala Lapas tidak ada di tempat dan sedang bertugas di luar kota. Barangkali situasi ini yang dimanfaatkan para napi,” kata Toyib.

Diketahui, Lapas Kelas IIA Kota Banda Aceh dihuni sebanyak 726 Narapidana/Tahanan.

Hingga kini, Aparat Keamanan sedang melakukan pengejaran dan penyelidikan lebih lanjut. Bahkan Aparat gabungan masih terus bersiaga di sekitar Lapas. (Red)


Show EmoticonHide Emoticon