Ayunda Safitri, Pulanglah Nak... Kami Sangat Merindukanmu



Ayunda Safitri (kanan)  dan Sang Pacar yang di duga membawa kabur korban

Tanjung Pura-Metrolangkatbinjai.com

Rasa sedih terus menyelimuti keluarga dari Pasangan suami istri (Pasutri) Legiman (37) dan istrinya
Nurlela (33) Warga Dusun IV Desa Suka Maju, Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu(7/11).

Kesedihan yang dirasakan mereka bukan tanpa sebab, anak perempuan yang juga buah hatinya yang pertama, Ayunda Safitri (13), pelajar MTs Swasta Nurul Islam kelas ll Desa Suka Maju, sudah 5 hari tak kunjung pulang kerumahnya, tepatnya semenjak "Diduga" dilarikan sang pacar, pada Minggu (4/11) pagi, sekira pukul 07-00 Wib, dan hingga kini belum kunjung ada kabar.

Sang pacar yang diketahui bernama Muhammad Mudtadi Alif (25) yang berprofesi sebagai kuli bangunan adalah warga Kecamatan Bumi Ayu, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Menurut pengakuan orangtuanya dan teman teman korban, Muhammad Mudtadi Alif berhasil mengambil hati korban dengan cara bujuk rayu terhadap korban melalui akun facebooknya, sehingga korban terpikat dan menjalin hubungan percintaan jarak jauh, yakni melalui akun facebook mereka berdua.


Kedua Orang Tua Kandung Ayunda Safitri Yang terus menunggu kepulangan anaknya

Menurut Legimin, orangtua korban mengatakan, dirinya tidak menyangka jika persahabatan anak kandungnya dengan Warga Jateng, bisa terjadi seperti ini.

"Awal mulanya anak saya  (Ayunda Safitri) dan Muhammad Mudtadi Alif bertemanan melalui akun facebook lebih kurang 6 bulan. Setelah itu, Alif (nama panggilan dari Muhammad Mudtadi Alif) katanya datang kerumah ini, kalau tidak salah di bulan Mei 2018 yang lalu, atau 10 hari bulan Puasa Ramadhan. Namanya tamu, saya sebagai orang tua meladeninya sebatas tamu, dan sempat Alif itu nginap dirumah saya selama 3 hari," beber Legimin.

Kedatangan Alif, sambung Legimin, sudah saya laporkan kepihak Kepala Dusun lV Desa Suka Maju, sesuai peraturan tamu yang wajib lapor, dan Beliau pun menginjinkannya. Bahkan Alif  berencana berlebaran dirumah kami.

"Kami merasa keberatan, dan khawatir. Apa kata orang kampung sini nantinya kalau ada orang luar yang berlama-lama tinggal dirumah kami ini. Lalu saya minta tolong Pak Kadus agar menasehati Alif supaya pulang, dan bisa berlebaran dirumah orangtuanya sendiri," Ungkap Legimin.

Usai di tegur Kadus setempat, lanjutnya, keesokan harinya pun Alif pulang dan diantar oleh anak saya bersama temannya ke Kota Tanjung Pura. Namun, sekembalinya Alif, mereka terus kontak melalui akun facebook, sehingga Alif pun datang kembali untuk yang kedua kalinya menemui anak saya.

"Alif datang pada Sabtu (3/11) sore, dan bermalam selama satu hari, bahkan tidurnya pun bersama saya, diruangan tengah rumah saya ini," ujar Legimin.

Keesokan harinya, sebut Legimin, Alif pulang diantar oleh anak saya dengan menggunakan Sepeda motor di rumah ini.

"Alif itu pulang secara baik-baik, pamitan dan bersalaman di rumah ini sama saya, Namun saya tak mengira, kok anak saya belum pulang dari mengantarkan si Alif ke Tanjung Pura hingga sekarang," katanya.

Khawatir dengan keadaan anaknya, akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk mencari keberadaan Ayunda Safitri. Bersama Paman Korban, Legimin mencoba mencari keberadaan korban dengan berkeliling kota Tanjung Pura, namun usaha mereka belum berhasil.

"Kemudian saya bersama abang saya kembali mencari anak saya. Lalu dari kejauhan saya lihat seperti ada sepeda motor saya di parkiran Toko Sepatu di Sekitar Penjara Tanjung Pura," ucapnya penuh harap.

Oleh saya, ungkap Legimin, dirinya mempertanyakan kepada penjaga Toko Sepatu tersebut prihal adanya sepeda motor miliknya ditempat tersebut. Sang Penjaga Toko tersebut mengatakan jika ada orang yang menumpang meletakkan Sepeda Motor disini.

"Katanya sebentar saja mau kedepan, tapi hingga sore ini sepeda motornya tidak juga diambil. Kalu tidak salah mereka pergi naik kendaraan umum Timtax ," kata Legimin menirukan pembicaraan si Penjaga Toko Sepatu.

Menurut Penuturan Legimin, anaknya pergi dari rumah mengenakan baju Kaos warna biru, Jaket Lee berwarna biru, Celana panjang jeans berwarna biru, jilbab biru, dan memakai Sandal bersilang tali warna hitam.

Diketahui sebelumnya dari peristiwa tersebut, ayah kandung korban yang di dampingi pihak keluarga beserta perangkat Desa Suka Maju, membuat Laporan pengaduan ke Mapolres Langkat, pada selasa (6/11).

Adapun laporan surat tanda penerimaan laporan pengaduan dari Polres Langkat tersebut bernomor : STPLP/735/XI/2018/SU/LKT, yang ditanda tangani AIPTU Junaidi S.

Secara Terpisah, Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Juriadi SH MH, ketika dikonfirmasi, terkait Apakah sudah di temukan Ayunda Safitri, warga Desa Suka Maju Kecamatan Tanjung Pura, yang diduga di bawa kabur oleh pacarnya, pihaknya mengatakan masih dalam Lidik

"Masih dalam lidik untuk penangkapannya," ngkap Juriadi. (Put 1)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments