Warga Minta Hentikan Operasional Alat Berat Di Koperasi Awal Makmur



 Musyawarah Perwakilan Masyarakat Desa Bubun Dengan Pihak Koperasi Awal Makmur

Tanjung Pura-Metrolangkatbinjai.com

Lima orang Perwakilan masyarakat Desa Bubun, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, meminta Pihak Kecamatan untuk menghentikan Operasional Alat Berat berupa Eksavator (Beko) yang bekerja di kawasan Lahan sawit milik Koperasi Awal Makmur, Rabu (17/10).

Kelima warga tersebut juga meminta Pihak Kecamatan Tanjung Pura untuk untuk memediasi atau menjadi penengah pertikaian yang selama ini terjadi antara masyarakat dengan pengusaha Perkebunan sawit Koperasi Awal Makmur

Selain kelima Perwakilan Warga, Dua orang perwakilan Perkebunan Sawit Koperasi Awal Makmur juga tampak hadir dalam musyawarah tersebut yang bertujuan untuk mencari titik temu (kesepakatan) antara kedua belah pihak.

M Daud, yang merupakan salah seorang Perwakilan warga Dusun Lapan Pangkalan Biduk Desa Bubun, Kecamatan Tanjung Pura, saat menyampaikan pendapatnya dihadapan Muspika Kecamatan dan awak media mengatakan, dengan adanya Operasional Alat Berat (Beko), hal itu mengakibatkan terjadinya banjir di daerah mereka.

"Selain menghancurkan biota laut, Alat Berat tersebut juga menutup paluh-paluh yang ada, sehingga Desa kami kebanjiran," beber M Daud.

Lebih lanjut dikatakan M Daud, warga Desa Bubun mayoritas merupakan seorang Nelayan. Namun, dengan tertimbunnya tempat yang ada, secara otomatis mengurangi penghasilan mereka.

"Selama ini kami sudah menanam Dua Puluh Ribu tanaman Bakau (Mangrove) untuk mencegah abrasi dan menjaga kelestarian Biota laut. Namun oleh mereka dihancurkan," sesal M Daud saat mengungkapkan perasaan warga di hadapan Muspika Kecamatan Tanjung Pura.

Tidak hanya itu, sambungnya, warga juga mengetahui jika izin Alat Berat yang selama ini beroperasi hanya untuk membersihkan Parit dan cacing, namun fakta yang terjadi dilapangan malah dipergunakan untuk memperluas areal Perkebunan.

Ditempat yang sama, salah seorang Perwakilan Pengusaha Perkebunan Kelapa Sawit (PT Rapolta/ Koperasi Awal Mamur) yang mengaku bernama Syahrial, mengatakan bahwa pihak Perusahaan memiliki izin usaha.

"Kami membuka kebun sesuai Peraturan Pemerintah dan sesuai  Undang Undang yang ada, dan kami tidak pernah merambah kawasan itu. Dulu kami (Perusahaan) membeli lahan satu persatu dari masyarakat dengan ganti rugi," kilah Syahrial, yang juga mantan Kepala Desa Bubun.

Sementara itu, Kapolsek Tanjung Pura AKP Bulat Panjaitan mengatakan, dikarenakan tidak ada kesepatan kedua belah pihak terkait alat berat (Eksavator) yang beraktifitas dilahan, maka untuk sementara permasalahan ini status Quo (dihentikan) aktifitas alat beratnya.

Meresa tidak puas dengan hasil pertemuan tersebut, salah seorang Perwakilan masyarakat Bubun yang bernama M Yakub, saat dikonfirmasi Metro Langkat usai mengikuti Rapat mengatakan, mereka (Warga Desa Bubun) ingin membawa permasalahan ini ke Asisten Satu atau Kasi Pemerintahan Kabupaten Langkat.

"Kami menginginkan titik terang, supaya kami tidak bertanya tanya lagi. Kami minta Asisten Satu atau Kasi Pemerintahan sebagai perpanjang tangan masarakat (Desa Bubun)," harap M Yakub.

"Lihatlah Paluh-Paluh yang mereka lingkup. Imbas dari pelingkupan yang mereka lakukan membuat Ikan, Udang, Seafood, Kepiting dan jenis-jenis Binatang Laut mati semua," sambungnya.

Selain Camat Tanjung Pura, Taufik Rieza S. STP, pertemuan tersebut
Juga dihadiri oleh Kapolsek Tanjung Pura AKP Bulat Panjaitan, Sekcam Tanjung Pura T Safri Elza HP STTP MAP, perwakilan Danramil 11 Tanjung Pura Sersan Mayor Muhammad Asrul, Kepala Desa Bubun Zainuddin, Perwakilan warga Desa Bubun, serta Perwakilan pihak Pengusaha Perkebunan Kelapa Sawit. (Put 1)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments