Tokoh Pemuda Dan Praktisi Hukum Kecam Konser Musik Di Stabat



Ketua PMK Kabupaten Langkat Syahrizal Mz

Langkat-Metrolangkatbinjai.com

Tidak hanya warga dan Pengamat Pendidikan saja yang merasa kecewa dengan digelarnya Konser "Ari Lasso" di Alun Alun Stabat yang disponsori oleh salah satu Produk Rokok ternama di Indonesia, Jumat (19/10) Malam.

Seorang Tokoh Pemuda yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) KNPI Stabat, Syahrun Khair, juga tidak setuju dengan digelarnya Konser tersebut.

Sebab, menurut Syahrun Khair, selain tidak mencerminkan sistem Pendidikan yang baik (Karena disponsori oleh Produk Rokok) juga membuat lokasi Acara menjadi rusak.

"Sebagai Pemuda KNPI Stabat, tentunya kami tidak mendukung Konser ini, karena tidak banyak manfaat dan lebih banyak tidak baiknya dengan digelarnya Konser tersebut," beber Syahrun Khair.



Ketua PK KNPI Stabat, Syahrun Khair

Tidak hanya itu, dirinya juga menyesalkan jika Fasilitas Umum untuk menggelar Konser tersebut menjadi rusak.

"Bayangkan saja, Lapangan Tribun menjadi rusak, padahal baru saja dikerjakan dengan anggaran  APBD," ucapnya.

Senada dengan Syahrun Khair. Ketua PMK Kabupaten Langkat Syahrizal Mz, juga menyayangkan digelarnya Konser tersebut yang di Sponsori Produk Rokok. Dirinya berharap agar kedepan Pemerintah Daerah lebih selektif dalam memilih Sponsor untuk melakukan sesuatu kegiatan.

"Kasihan remaja remaja usia Sekolah. Mereka seolah "dianjurkan" merokok dulu, baru bisa melihat Konser. Sementara Rokok jelas dilarang dalam dunia Pendidikan," ucap Syahrizal Mz, yang juga Mantan Ketua DPD KNPI Kabupaten Langkat Dua Periode, seraya menyayangkan jika rumput di Alun Alun Stabat yang menjadi kebanggaan warga Langkat, menjadi rusak.

Praktisi Hukum, Syafril SH, juga angkat bicara terkait digelarnya Konser tersebut. Dirinya mengatakan bahwa hal ini yang patut disalahkan adalah Pemerintah Kabupaten Langkat.

"Ini bukan kesalahan rakyat Langkat, tapi kesalahan Pemerintah Kabupaten Langkat. Kita sebagai Orangtua dan Guru pastinya melarang anak Sekolah untuk Merokok. Tapi kenapa kegiatan yang diberi izin oleh pemkab Langkat malah merusak anak remaja. Seharusnya acara itu tidak diberi izin," tutur Syafril dengan Penuh kecewa.

"Coba pikirkan, Olahraga Sepakbola di Stadion Teladan, tidak dibenarkan merokok  di dekat para Pemain, ini anak remaja kita malah dibenarkan membeli rokok. hancurlah remaja kita kalau seperti ini," sambungnya.

Seorang Tokoh Agama Kabupaten Langkat, Ust Riza, juga ikut angkat bicara terkait digelarnya Konser Ari Lasso, yang di Sponsori oleh Produk Rokok. Dirinya meminta agar Pihak Panitia lebih baik menggelar acara yang bersifat keagamaan dan Religius.

"Jangan hanya konsep hiburan begitu yang di gadang gadang terus di bumi "Langkat bertuah" ini. Apa tuahnya dan apa pula sisi Religiusitasnya kalau konsepnya konser terus yang selalu digelar. Maunya Tabligh Akbar atau semacamnya yang justru diperbanyak intensitasnya. Itu baru tepat," harap Ust Riza.

"Polisi aja mau menyesuaikan konsep Religi, sampai Bapak Kapolres Langkat membuat Program Polisi Santri. Masa Progran tersebut mau kita imbangi dengan konser. Paling tidak ya sejalanlah dengan budaya kita di Bumi Bertuah," sambungnya.

Diketahui, untuk dapat masuk melihat Konser Ari Lasso yang digelar di Alun Alun Stabat, Jumat (19/10) Malam, warga harus terlebih dahulu membeli Sebungkus Rokok dengan harga Rp 10.000.

Walau ada larangan yang disampaikan para Sales Promotion Girl (SPG) jika anak dibawak usia 18 tahun tidak boleh membeli Rokok tersebut, namun siapa yang berani menjamin jika sang Pembeli Rokok sudah berusia 18 tahun. (Red)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments