Terkait Pembakaran Bendera Tauhid, Ketua GNPF Ulama Kota Binjai : Kami Curiga Ada Skenario Besar



Ketua GNPF ulama Kota Binjai Sanni Abdul Fattah

Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Aparat kepolisian menetapkan Uus Sukmana, orang yang membawa bendera tauhid ke acara Hari Santri Nasional (HSN) di Garut, Jawa Barat, sebagai tersangka.

Hal itu banyak menuai tanda tanya dari Umat Muslim, karena seharusnya aparat Kepolisian menangkap pelaku dan pihak yang terlibat dalam pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tahuid itu, usai acara Hari Santri Nasional (HSN) yang di gelar di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, beberapa hari yang lalu.

Uus dijerat dengan Pasal 174 KUHP karena telah membuat kegaduhan dalam sebuah acara. Adapun Pasal 174 KUHP berbunyi, barang siapa dengan sengaja mengganggu rapat umum yang tidak terlarang, dengan mengadakan huru hara, atau membuat gaduh, dihukum penjara. Meski ditetapkan sebagai tersangka, Uus tidak ditahan Polisi.

Sementara dua orang pembakar bendera masih berstatus sebagai saksi. Polisi menilai para pelaku pembakaran bendera bertindak atas dasar spontanitas dan tidak memiliki niat jahat, sehingga tidak memenuhi unsur pidana.

Menyikapi hal itu, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah, angkat bicara. Saat dikonfirmasi awak media, Minggu (28/10), dirinya mengaku sangat heran dengan Putusan itu.

"Kami merasa sangat heran, mengapa yang membawa bendera yang bertuliskan Kalimat Tauhid pada acara HSN di Garut bisa jadi tersangka??? Seharusnya yang ditangkap dan di proses hukum itu adalah yang membakar Bendera Islam itu," tegas Ust Sanni Abdul Fattah.

Menurut Ust Sanni yang juga menjabat sebagai Ketua FUI Kota Binjai, jika yang dijadikan tersangka adalah yang membawa Bendera Tauhid, dirinya curiga ada Skenario besar untuk mengintimidasi dan menimbulkan ketakutan kepada Umat Islam.

"Kami curiga bahwa ini adalah skenario besar untuk mengintimidasi dan menimbulkan ketakutan kepada Umat Islam jika mengibarkan Bendera Tauhid nantinya," ucapnya.

Yang lebih mengherankan lagi, sambungnya, kenapa Pemerintah begitu sangat sibuk membuat Statement kesana kemari guna meredam amarah Umat Islam.

"Apa pemerintah tidak mau belajar dari kasus ahok," ucapnya penuh tanda tanya, sembari mengatakan bila dirinya tadi malam ikut menghadiri Deklarasi GNPF Ulama di Garuda Plaza Hotel.

"Kami minta tangkap dan Proses semua para Pelaku yang ikut terlibat dalam aksi pembakaran Bendera Tauhid," ungkap Ust Sanni, yang juga menjadi salah seorang Kordinator Aksi Damai Bela Tauhid di Kota Binjai, pada Jumat (26/10) lalu dan diikuti oleh Ribuan Umat Muslim. (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments