Subhanallah... Jenazah Janda Korban Pembunuhan Ini Terus Menangis

Jenazah Lin dirumah duka yg terus keluarkan air mata. (ist) 
Sopyan pelaku pembunuh Lin

Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Kematian janda anak satu bernama Lestari alias Lin (40) yang tewas dibunuh Sofyan Wahid (39) teman lelakinya ternyata masih menyisakan kesedihan tersendiri. 

Entah bagaimana, jenazah Lin panggilan akrabnya terlihat menangis dan terus meneteskan air matanya setiap 10 menit sekali saat disemayamkan di rumah duka di Jl. T Amir Hamzah, Kel. Pahlawan, Kec. Binjai Utara, Minggu (21/10) sore.

" 10 menit sekali air matanya menetes terus, udah kami lap pun masih aja bercucuran. Dia seperti belum ikhlas gitu  untuk pergi meninggalkan keluarganya, terutama putri kesayangannya yang masih duduk di bangku kelas 6 SD, " kataErdinawati (62) adik kandung dari mamak almarhumah saat ditemui wartawan di rumah duka, Senin (22/10) siang.

Diceritakannya, semasa hidup korban dikenal sebagai pribadi yang baik dan suka menolong orang lain. 

Bahkan selama ini korban sendiri bisa dibilang sebagai tulang punggung keluarganya karena harus banting tulang bekerja demi menafkahi mamak dan putri kesayangannya yang bernama Nabila Aljira. 

"Dia itu sangat rajin bekerja, apa saja dikerjakannya untuk mencari uang, termasuk dulu sebelum jadi distributor pempers, dia sempat juga berjualan sendal jepit sampai entah kemana-mana. Jadi tidak betul kalau dibilang dia itu cewek matre," ujarnya.

Kematian korban dengan cara dibunuh tentu saja menjadi pukulan tersendiri untuk keluarga korban. Mereka semua merasa kehilangan sosok korban yang selama ini dikenal baik. 

Tak heran, prosesi pemakamannya ramai dipadati oleh keluarga, teman dan kerabat korban yang terus berdatangan. Sebab semasa hidupnya korban dikenal memiliki banyak pergaulan di luar karena rajin bekerja. 

"Almarhumah itu orangnya senang membantu orang lain yang sedang kesusahan, kalau dimintai tolong pasti dibantunya walaupun dia harus mencari hutangan," sebutnya.

Kabar kematian korban ternyata sampai juga ke telinga mantan suaminya bernama Rudi. Ia datang jauh-jauh dari Surabaya untuk melihat wajah mantan istrinya untuk yang terakhir kali. "Mereka pisah baik-baik. 

Walaupun keduanya sudah bercerai tapi suaminya itu tetap menjalin hubungan baik dan sering berkomunikasi. Makanya dia juga sangat merasa kehilangan sekali," katanya.

Ditanya apakah keluarga mengenal pelaku,Erdinawati mengaku kenal karena pernah diajak korban datang berkunjung ke rumah ini. 

Tapi belakangan ini, korban memang sempat cerita sama keluarganya kalau dirinya kesal sama pelaku karena terus ditelpon untuk diajak ketemuan. Sebab, korban tau kalau sebenarnya pelaku sudah beristri dan memiliki anak. 

"Sama kami memang dia gak mau cerita, tapi sama ada sepupunya satu lagi dia memang sempat ngomong kalok benci kali sama pelaku karena asik negebeli aja mintak jumpaan," ucapnya. 

Sementara itu, Nabila Aljira putri semata wayang almarhumah menjelaskan kalau pagi hari kejadian naas itu korban sempat bilang mau pergi keluar sebentar karena lagi ada urusan. 

Ketika itu, Jira panggilan akrabnnya sempat minta ikut, tapi ditolak oleh korban. "Gak usah ikut Jira di rumah aja ya karena mama piginya bentar aja kok, " ucap Jira menirukan ucapan ibunya tersebut.

Siapa sangka, ternyata itulah obrolan terakhir Jira dengan ibunya. Siangnya, Jira dan keluarganya di rumah mendapat kabar kalau korban sudah meninggal dunia karena dibunuh.

Padahal, malamnya mama masih tidur sama Jira di rumah karena selama ini mama kalau malam memang gak pernah kemana-mana. 

" Om, kalok bisa orang yang bunuh mama, dihukum mati aja, cemana dia sakiti mama, gitu juga seharusnya dia dihukum, kasian mama gak salah apa-apa kok dibunuh sampai dibeset beset gitu, " jerit Jira menangis sesenggukan.

Pagi itu, kata Jira, mamanya pergi meninggalkan rumah bawa sepeda motor Honda Beat BK 2168 RAZ. Tak hanya itu, dalam dompet mamanya juga tersimpan hape, uang tunai sebanyak Rp3 Juta dan surat pegadaian. 

Sebab, hari itu memang jadwal korban mengutip uang jualan hasil berdagang pempers. Tapi sampai sekarang barang-barang milik mamanya tersebut telah hilang tak berbekas. "Kreta itu dibeli mama dari hasil jualan pempers sampai entah kemana-mana, tapi kok enak aja dia ngambilnya setelah membunuh mama," kata Jira. 

Jira sendiri mengaku sempat pernah dikenali oleh mamanya dengan pelaku. Pas itu, Jira bersama mamanya pernah diajak jalan-jalan dan ditraktir makan di luar oleh pelaku. Tapi kata Jira itu sudah lama sekali hampir setahun lebih. Setelah itu Jira sama sekali tidak pernah bertemu lagi dengan pelaku. " Kalok nengok orangnya sih memang polos tapi ternyata hatinya kayak hati dajal," ucap Jira. (bay)



Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments