Soal Tingginya Pencabulan Di Langkat LPSK Minta Semua Pihak Berperan






Langkat-Metrolangkat.com

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ( LPSK) menjamin keselamatan baik korban maupun saksi dalam kasus apapun khususnya terkait penanganan kasus kekerasan atau pencabulan terhadap anak yang terjadi di Pangkalan Susu beberapa waktu lalu. 

" Kita menjamin akan keselamatan saksi korban bila korban merasa tidak aman,tapi kita tidak bisa masuk kalau kasus nya belum sampai ketangan penyidik atau ditangani kepolisian,karena itulah pintu masuk kita (LPSK-red),  " Ujar Mardiansyah Tenaga Ahli LPSK saat menghadiri rapat kordinasi, Kamis (17/10) diruangan rapat Sekdakab Langkat. 

" Sambung Mardiansyah lagi, saat ini ada kasus anak yang begitu menarik perhatian kita semua hingga mengundang LPSK dan KPAI Pusat turun ke Langkat karena merasa prihatin.

Kasus ini benar-benar luar biasa, dimana ada seorang oknum guru mencabuli beberapa murid disekolahnya, parahnya kasus tersebut telahpun didamaikan, " sesal Mardiansyah seraya berharap ada langkah kongkrit yang segera dilakukan. 

" Nah, kasus ini sudah bergulir beberapa bulan lamanya, tapi sampai saat ini kita tidak mengetahui kondisi korban seperti apa, oleh sebab itu kita mengharapkan peran serta semuanya, sebab mengembalikan rasa percaya diri korban sangatlah sulit. 

Itu butuh waktu tak hanya dua tiga bulan, tapi bisa bertahun-tahun lamanya. " Ungkap Mardiansyah seraya menambahkan proses hukum harus tetap berjalan. Mardiansyah juga menambahkan kalau saat ini yang paling penting adalah soal medis dan sosialogis korban.

Sementara Kadis Pendidikan Langkat, H Syiful Abdi mengatakan kalau pihaknya langsung mengambil sikap tegas dengan memecat oknum guru cabul tersebut. “ Mengetahui kabar adanya oknum guru yang melakukan perbuatan cabul, saya langsung mengambil tindakan tegas dengan memecatnya. Meski saat itu datang pengacara yang bersangkutan kepada saya tapi saya tidak perduli,” Tegas Syaiful yang juga Sekertaris MUI Kab Langkat ini.

Sekertaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Langkat dr Indra Salhuddin, didampinggi Kadis KBPP&PPA Kab Langkat, Hj Purnama Dewi Tarigan, Kordinator P2TP2A Kab Langkat Drs Ernis Safrin, kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat, KPAI Sumut, LPSK, Polres Langkat (Unit PPA) mengaku sangat-sangat prihatin akan kasus tersebut.

Retno Restiati  komisioner KPAI Pusat bidang Pendidikan, mengatakan kedatangan KPAI Pusat ke Kabupaten Langkat terkait adanya laporan pihak P2TP2A Kabupaten Langkat atas kasus pencabulan/pelecehan terhadap anak dibawah umur.

Dimana dalam hal ini anak sebagai korban masih pelajar (Sekolah Dasar), yang sangat memprihatinkan diduga sebagai pelaku pencabulan adalah oknum guru (honorer) pada sekolah tempat sianak menimba ilmu,  namun kasus tersebut seolah olah tidak ada penagananya, jelas Retno. 

Retno juga mengapresiasi pihak P2TP2A Kabupaten Langkat, atas upaya yang telah dilakukan untuk melakukan pembelaan hak terhadap anak tersebut. 

Lebih lanjut Retno juga berharap kiranya kegiatan yang terlaksana ini tidak hanya sekedar rapat kordinasi saja, namun terus dilakukan upaya penaganan dan pemecahan kasus yang ada di Kabupaten Langkat, untuk menekan kasus kekerasan terhadap anak.

Sementara itu pihak LPSK menyarankan agar kasus pelecehan terhadap anak tersebut (pencabulan) agar dilanjutkan keranah hukum, dan pihak LPSK siap memfasilitasinya. 

Dalam rapat kordinasi tersebut (kasus pelecehan terhadap anak) terkuak bahwasanya oknum guru honorer tersebut telah melakukan upaya perdamaian terhadap keluarga korban, hal tersebut dibuktikan dengan adanya surat perdamaian yang telah ditanda tangani kedua belah pihak.

Seperti yang pernah viral diberitakan media terkait kasus pencabulan yang dimaksud terjadi di Desa Pangkalan Siata Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat yang diduga dilakukan oknum Guru honorer SD Negeri 056642 Dusun V Kampung Baru Pangkalan Siata berinisial Mar (30). 

Mar diduga mencabuli empat orang siswa Sekolah tersebut. Berdasarkan informasi yang dirangkum dari masyarakat diketahui siswa korban pencabulan tersebut antara lain FZ dan DR siswa kelas tiga, SA siswa kelas empat dan AH siswa kelas lima.(yong)

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments