Soal Disperindag Cerita Icon Langkat, Meidi Kembaren : Harusnya Disperindag Langkat Fokus Urusi Gedung IKM-UKM

Meidi Kembaren Bremana


Stabat - Metrolangkat.com

Setiap daerah mendambakan adanya ikon yang bisa dikenal luas masyarakat sehingga daerah tersebut mudah diingat dengan adanya ikon tersebut.

Kabupaten Langkat yang sudah lama wujud dibanding jiran tetangganya Kotamadya Binjai yang mekar dari induknya kabupaten Langkat sejak tahun 1956 sudah memiliki ikon daerah yang mendapat julukan sebagai kota Rambutan

Sangat disayangkan, Langkat yang sudah lama berdiri ibarat orang yang sedang bingung menentukan nama julukannya yang tentu harus dicarikan nama yang baik dan sesuai dengan apa yang menjadi ruh daerah tersebut.

Terkait klaim yang disebutkan Disperindag Pemkab Langkat, entah keceplosan atau sekedar guyonan belaka tentang Gajah yang ada di Tangkahan sebagai ikon kabupaten Langkat. "Lebih bagus Disperindag Pemkab Langkat fokus mengurusi gedung IKM dan UKM yang kondisinya seperti mati segan hidup tak mau di tebu-tebu itu", ujar Meidi Kembaren kepada Metro Langkat, Rabu (31/10) sekitar pukul 19.00 WIB.

Faktanya gedung Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang terletak di dusun Sei Karang desa Kuala Begumit, Kecamatan Stabat tersebut seolah mati suri.

"Jika memang fokus mengurusi Gajah Tangkahan, kenapa jalan kesana rusak, dan merawat Gajah di Tangkahan itu CRU, bukan Pemkab", lanjutnya.

"Seharusnya Disperindag Pemkab Langkat berfikir bagaimana mencanangkan pelatihan menenun agar kader-kadernya bertambah dan bukan mengandalkan pengerajin tenun songket khas Langkat yang hanya tersisa 3 orang saja sehingga hal ini kedepan mampu untuk menciptakan pengusaha baru sehingga mampu menciptakan iklim investasi yang sehat dimasa mendatang", jelasnya melanjutkan.

"Daripada ngurusin Gajah, biarkan BKSDA aja yang urus, tentunya lebih baik memikirkan bagaimana tenun khas melayu Langkat ini yang harus dilestarikan", tambahnya lagi.

"Daerah yang maju, tentu daerah yang menghargai budayanya", terangnya. "Bersama dinas Pariwisata, jika budaya di Langkat digali potensinya tentu sangat luar biasa dan bisa jadi daya tarik tersendiri", lanjutnya.

"Contoh Bali yang sudah teruji, mereka memoles budayanya luar biasa jadi magnet luar biasa bagi wisatawan lokal dan mancanegara", sambungnya.

"Budaya dan keindahan alam bisa di kolaborasikan, karena kalau banggain alam saja banyak daerah lain yang lebih indah", ungkapnya melanjutkan. "Potensi keanekaragaman budaya harus digali maksimal biar Langkat ini bisa jadi wisata kelas dunia", ungkapnya mengakhiri. (Gus)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments