logo

Selain Uang Tunai Rp 115 Juta, HP Korban Juga Diambil Pelaku Perampokan




Langkat-Metrolangkatbinjai.com

Kapolsek Pangkalan Susu AKP Slamet Riyadi melalui Kanit Reskrim Iptu Arwanda S, membenarkan adanya perampokan yang menimpa Bendahara Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pangkalan Susu, Muya Wati (41), yang terjadi pada Jumat (5/10) Siang,  sekira Pukul 13.00 Wib.

"Begitu menerima laporan, kita langsung meluncur ke lokasi guna melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP) dan sudah mengambil keterangan korban dan saksi saksi lainnya," tegas Kanit Reskrim.

Senada, Devisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Langkat, Tengku Muhammad Benyamin, ketika dikonfirmasi wartawan, juga mengakui peristiwa tersebut.

"Iya, tadi saya sudah menerima laporan, bahwa uang sebesar Rp115 juta yang berada didalam mobil Toyota Calya putih nopol BK-1964 PL, milik bendahara PPK Kecamatan Pangkalan Susu, dirampok," ujar Benyamin.

Uang tersebut, sambung Benyamin, rencananya untuk membayar honor PPK dan PPS Kecamatan Pangkalan Susu.

Diberitakan sebelumnya, Muya Wati menjadi Korban perampokan uang sebesar Rp115 juta, untuk pembayaran honor dan operasional Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara  (PPS) Kecamatan Pangkalan Susu.

Menurut Korban, perampok tersebut berjumlah dua orang dengan mengendarai sepeda motor. Kejadian tersebut terjadi di depan rumah korban yang berada Kecamatan Pangkalan Susu, tepatnya di Dusun I Desa Tanjung Pasir Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat, Jumat (5/10).

Uang tersebut secara paksa diambil para pelaku dari dalam mobil Toyota Calya putih Nopol BK-1964 PL, milik bendahara PPK Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat.

Informasi diperoleh, sekitar pukul 09.30 WIB, Muya Wati (41) PNS, warga Dusun I Desa Tanjung Pasir Kecamatan Pangkalan Susu, berangkat dari kantor Camat Pangkalan Susu menuju BRI cabang Brandan.

Korban pergi dengan menggunakan mobil Toyota Calya putih Nopol BK-1964 PL. Sekira pukul 10.30 WIB, korban kemudian mengambil uang di BRI cabang Brandan Jalan Thamrin Pangkalan Brandan, sebesar Rp 220 juta.

Uang tersebut, dimana Rp 105 juta dipegang saksi Yusni dan Rp 115 juta lagi dipegang korban. Kemudian pada pukul 11.30 WIB, mereka singgah untuk makan di warung pelabuhan Kecamatan Pangkalan Susu.

Ketika itu, tas dan uang masih mereka bawa turun. Kemudian pada pukul 12.00 WIB, korban selanjutnya mengantar saksi Yusni di kantor Camat Pangkalan Susu. Setelah itu korban berangkat menuju rumah di Dusun I Desa Tanjung Pasir Kecamatan Pangkalan Susu.

Setibanya dirumahnya, korban kemudian turun dan memarkirkan kendaraannya didepan rumah, bermaksud hendak membuka pintu garasi,  ketika itu tas masih tinggal dalam mobilnya.

Setelah itu korban melihat dua laki laki mengambil tas dari dalam mobilnya, sontak Muya mengejar dan sempat tarik menarik tas dengan pelaku,  namun salah seorang pelaku memukulnya hingga jatuh. Selanjutnya para tersangka kabur melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor Zupiter MX warna hitam.

Selain uang, korban juga kehilangan hand phone merek Oppo, KTP, Kartu Pegawai,
STNK dan SIM milik korban. Kini kasusnya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (Lim)

Tags

advertisement centil

Metrolangkatbinjai.com - merupakan media informasi terupdate seputaran kabupaten langkat, dan selalu memberikan informasi-informasi yang menarik setiap harinya.