Sejumlah Kasek Diperiksa Kejari Binjai




Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Sejumlah Kepala Sekolah (Kasek) Dasar Negeri di Kota Binjai menjalani pemeriksaan oleh penyidik Pidana Khusus ‎(Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari), kemarin (15/10). Pemeriksaan ini dilakukan penyidik terkait perkara dugaan korupsi pengadaan alat peraga Sekolah Dasar (SD) Tahun 2011.

Informasi diperoleh, mereka yang diperiksa yakni, Nurlina Kepala SD 023901, Langkatina Kepala SD 024760, Ngatirah Sembiring Kepala SD 023905, Halimah Tusyakdiah Kepala SD 023908, ‎Rosdiana Kepala SD 020597, Pinta Karo-karo Kepala SD 023893, Ramin Kepala SD 026609, Jamaliah mantan Kepala SD 025996, Teraman Karo-karo mantan Kepala SD 025996, Ros Aswita Kepala SD 024769, Sriani Kepala SD 020617 dan Juriah Daulay Kepala SD 020252.

Selain mereka, sejumlah guru hingga mantan Kasek Dasar pun turut diperiksa penyidik.

Adalah, Nurhasanah mantan Kepala SD 024768 dan Syafi'i Nasution mantan Kepala SD 028068. Bahkan, Tukino selaku pengawas sekaligus mantan Kepala SD 024763 dan beberapa guru seperti Farida, Siti Hawa, Martha hingga Berliana Hutabarat selaku guru dan bendahara dana BOS.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Binjai, Asepte Gaulle Ginting, pemeriksaan terhadap mereka terus berlanjut hingga Selasa (16/10).

"Mereka diambil keterangannya terkait penerimaan barang (alat peraga)," jelas Asepte.

‎"Ya benar, hari ini dilanjutkan kembali pemeriksaannya untuk mereka yang belum sempat diperiksa kemarin. Mereka sebagai saksi," sambung Asepte.

Disoal apakah hasil pemeriksaan para Kasek, mantan Kasek dan guru ini berpotensi menambah tersangka baru, menurut Asep, hal tersebut dapat saja terjadi.

Begitupun, lanjutnya, penyidik saat ini terus bekerja mendalami penyidikan perkara dugaan korupsi alat peraga SD ini. Bahkan, tak menutup kemungkinan ada tersangka baru jika memang hasil pemeriksaan ini menunjukkan perkembangan.‎

Sementara, Tim penyidik bersama Kajari Binjai Victor Antonius Saragih Sidabutar dan Asepte Gaulle Ginting, tengah berada di Gedung Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut. Tujuan mereka untuk berkordinasi terkait hasil kerugian negara yang hingga kini belum keluar dalam perkara ini.

"Masih dalam penghitungan, dalam waktu dekat ini akan keluar (hasil audit BPKP)," terang Asep.

Dirinya menambahkan, kedelapan tersangka yang baru ditetapkan penyidik akan dipanggil untuk diperiksa pada Rabu (17/10).

 "Agendanya begitu, kedelapannya dipanggil besok (hari ini). Panggilan pertama sebagai tersangka,"‎ tandas mantan Kasi Pidsus Kejari Batubara ini.

‎Sebelumnya, kedelapan tersangka baru dimaksud tiga diantaranya berasal dari panitia pengadaan pelelangan dan lima dari panitia pemeriksa hasil pelelangan barang.

Adalah, Ketua Panitia Pengadaan Pelelangan berinisial JM, Sekretaris Panitia AB dan Anggota HS.

Sementara untuk lima tersangka dari panitia pemeriksa hasil pengadaan pelel‎angan barang berinisia‎l RS, EN, AR, OA dan RSN. Dari kedelapan tersangka, hanya seorang yang sudah berstatus mantan ASN yakni, ‎JM.

‎Diketahui, penyidik Kejari Binjai sudah menetapkan tiga tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan alat peraga sekolah dasar, yang sumber anggarannya dari Dana Alokasi Khusus dengan pagu senilai Rp 1,2 miliar. Pengadaan tersebut dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Binjai. Modus korupsi yang dilakukan tersangka dengan cara menggelembungkan harga atau mark-up hingga pengadaannya fiktif.

Ketiga tersangka itu yakni, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Binjai‎ yang pernah menjabat Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan merangkap Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Binjai Ismail Ginting, Bagus Bangun selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan rekanan pelaksana pengadaan barang Direktur CV Aida Cahaya Lestari Dodi Asmara. Mereka ditetapkan tersangka oleh penyidik pada 28 Maret 2018.

Dalam proses penyelidikannya, puluhan kepala sekolah juga sudah diperiksa sebagai saksi.‎ Direktur CV Aida Cahaya Lestari yang DPO Kejari Binjai sudah ditangkap dan kini dititipkan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Binjai. (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments