Ribuan Warga Gelar Aksi Ke Mapolres Langkat Tuntut Pembakar Bendera Tauhid Dihukum.

Seribuan massa yg mengelar aksi ke mapolres Langkat terkait pembakaran bendera Tauhid oleh Banser 

Langkat-Metrolangkat. com

Teriakan gema takbir, Allahu akbar, allahu akbar terdengar sahut menyahut mengiringi langkah seribuan massa yang melakukan aksi bela bendera tauhid yang dibakar. 
Aksi damai dimapolres Langkat

Diiringi pengawalan mobil Patroli Polisi, massa yang berjalan kaki terus bergerak menuju Mapolres Langkat. 
Massa  bergerak dari titik kumpul di mesjid Masjid Safiyyul Amaliyatil usai sholat Jum’at sekira pukul 14.00 WIB.
Selanjutnya massa bergerak beriringan menuju Polees Langkat yang berjarak hampir 1,5 km dari mesjid.
Massa bergerak dengan tertib dengan pengawalan personil Polres Langkat. Setibanya massa yang didominasi usia anak dan remaja di depan Polres, massa disambut alunan zikir dari Personil Polres Langkat yang dipimpin langsung Kapolres Langkat AKBP Dedy Indriyanto didampingi seluruh pejabat utama Polres Langkat.
Setiba di depan Polres Langkat massa dipersilakan memasuki Polres Langkat dan massa berorasi di lapangan Jananuraga Polres Langkat.
Kita meminta oknum pelaku pembakar bendera tauhid tersebut ditangkap. Karena perbuatanya telah menghina umat islam dimana kalimat Lailahailalah,muhamaddrasullah dibakar. 
Itu bukan bendera HTI itu kalimat Tauhid. Kalau menurut mereka itu salah, harusnya ambil saja bendera tersebut lalu oknum yang membawa bendera diserahkan ke aparat penegak hukum bukan mengambil tindakan membakar kalimah tauhid. 
Massa mendesak pihak kepolisian untuk segera membubarkan Banser. Pasalnya, aksi pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dilakukan oleh segelintir oknum Banser dirasakan telah melukai hati seluruh umat Islam di tanah air. 
Salah seorang tokoh Aljamiyatul Washliyah Kab. Langkat, Drs Raudin Purba meminta kepada aparat penegak hukum untuk dapat menegakkan hukum seadil adilnya. Dimana, pelaku pembakar bendera tauhid harus segera ditangkap dan dihukum seberat beratnya. 
" Itu adalah bendera seluruh umat Islam karena bertuliskan kalimat tauhid dan bukan bendera HTI. Kalau pun mereka banser mengaggapnya itu bendera tauhid tapi kenapa harus dibakar, kan bisa disimpan baik baik jangan justru berbuat sewenang wenang gitu, " katanya. 
Kapolres Langkat, AKBP Dedi Indrianto mengucapkan terima kasih karena aksi unjuk rasa berlangsung tertib dan damai. Ia berjanji apa yang telah disampaikan akan segera dilanjutkan ke pimpinannya.  
" Saya meminta kepada saudara saudara saya sekalian hendaknya setiap berita yang diterima perlulah ditabbayun, sehingga membawa kebaikan adanya untuk bersama," katanya. (red) 


Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments