logo

Ratusan Mahasiswa Geruduk DPRD Binjai




Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Ratusan mahasiswa mendatangi Kantor DPRD Binjai di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Nangka, Binjai Utara, Selasa (2/10). Kedatangan para Mahasiswa tersebut langsung oleh Ketua DPRD Binjai, H Zainuddin Purba, didampingi sejumlah anggota dewan lain seperti Jonita Agina Bangun dan Irfan Ahmadi serta lainnya.

Massa datang dengan mengenakan masing-masing almamater kampus mereka. Ratusan mahasiswa itu kemudian berorasi dengan mengenakan pengeras suara seraya membentang spanduk dan mengajak dewan berdiskusi.

Orator Aksi, Ade yang mengenakan almamater kuning menyampaikan pernyataan sikapnya.

"Ada lima poin sikap yang dinyatakan mahasiswa dalam aksi yang berjalan. Ini lanjutan dari aksi sebelumnya," ujarnya.

Sejumlah tuntutan dimaksud adalah, massa mengecam sikap represif oknum Polisi terhadap mahasiswa yang terjadi di Bengkulu dan Medan. Mahasiswa mendesak agar Oknum tersebut dipecat atau dinonaktifkan dari kedinasan Polri.

Lalu, massa mendesak keseriusan pemerintah yang dipimpin Joko Widodo dalam meningkatkan daya tukar rupiah terhadap Dollar. Massa menilai, Pemerintah tidak bijak terkait persoalan ekonomi Indonesia.

Selanjutnya, Mahasiswa juga menyoroti Peraturan Presiden terkait tenaga kerja asing.

"Kami menilai selama ini Pemerintah belum mengoptimalkan tenaga kerja lokal. Malah membuka peluang bagi tenaga kerja asing. Selain itu, poin keempat, mahasiswa mendesak agar DPR mengkaji Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Keuangan Negara serta ambang batas hutang negara. Terakhir, stop kegiatan impor bahan pokok dan berdayakan petani lokal," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Binjai, H Zainuddin Purba menyambut hangat kedatangan massa dan menampung aspirasi mereka. Massa dan kalangan legislatif kemudian duduk bersama tanpa alas di halaman DPRD untuk saling tukar pendapat.

Pak Uda (Panggilan akrab H Zainuddin Purba) menyampaikan aksi mahasiswa menyuarakan isu-isu Nasional di akhir periode pemerintahan Jokowi tidak tepat momentumnya.

Dirinya khawatir jika aksi tersebut berpotensi ditunggangi oknum tidak bertanggungjawab dikarenakan saat sekarang ini adalah tahun Politik.

"Aksi teman-teman ini saya rasa kenapa di akhir periodesasi pemerintahan. Saya rasa momentumnya tidak tepat. Teman-teman harus belajar jadi agent of changes. Apalagi ini tahun Politik, saya khawatir bisa saja ditunggangi orang-orang tidak bertanggung jawab," ujar politisi Partai Golkar ini.

Aksi berjalan damai, karena sejumlah aparat Kepolisian dan Satpol PP turut mengawal jalannya massa aksi.

Pada kesempatan ini, mahasiswa juga mengajak para Dewan untuk menyisihkan rezekinya membantu korban gempa dan Tsunami di Palu serta Donggala, Sulawesi Tengah, yang akhirnya ditutup dengan doa bersama. (Put)

Tags

advertisement centil

Metrolangkatbinjai.com - merupakan media informasi terupdate seputaran kabupaten langkat, dan selalu memberikan informasi-informasi yang menarik setiap harinya.