PEMILU dan CPNS 2018




Oleh : Roni Darmawan
Penulis adalah Pelamar CPNS 2018

PEMILU 2019

Sejarah perjalanan pemilu bangsa Indonesia yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 1955. Tercatat bangsa Indonesia telah melaksanakan 10 kali pemilu hingga tahun 2014 (Wikipedia : 2018).

Artinya pada tanggal 17 April 2019 mendatang merupakan Pemilu Indonesia yang ke 11. Bila kita menilik kepada pemilu 2014, begitu banyak perbedaan dengan pelaksanaan pemilu yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019 mendatang, terutama pasca putusan Mahkamah Konstitusi nomor 14/PUU-XI/2013 : yang membatalkan pasal 3 ayat 5, pasal 12 ayat 1 dan 2, pasal 14 ayat 2 dan pasal 112 UU No 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dan implementasinya adalah pelaksanaan pemilu  DPR, DPRD dan DPD dilaksanakan serentak dengan pemilu Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

 Ini merupakan pertama kalinya Indonesia melaksanakan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dilaksanakan bersamaan dengan pemilu legislatif. Serta Putusan Mahkamah Konstitusi nomor 30/PUU-XVI/2018 yang menguji pasal 182 huruf I, UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu,  dengan demikian pada Pemilu 2019 calon Anggota DPD RI tidak boleh berasal dari partai politik.

Pesta demokrasi 2019 diikuti oleh 16 partai politik nasional dan 4 partai lokal aceh. Dari 16 partai tersebut 4 partai politik diantaranya merupakan partai baru dan bertambah 1 partai lokal aceh yang turut berkompetisi pada pemilu 2019.  Pemilu 2019 ini akan memilih 1 Presiden, 1 Wakil Presiden, 575 anggota DPR RI, 136 anggota DPD, 2.207 anggota DPR Provinsi dan 17.610 anggota DPRD Kota/Kabupaten.

Pada warna Abu-abu: Kertas suara untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, Kuning: Kertas suara untuk memilih anggota DPR RI, Merah: Kertas suara untuk memilih anggota DPD RI, Biru: Kertas suara untuk memilih anggota DPRD Provinsi, Hijau: Kertas suara untuk memilih DPRD Kota / Kabupaten.

Pemilu 2019 merupakan hal yang sangat penting bagi kita, sebab disanalah nantinya kita menentukan aktor-aktor yang menjadi pilot perjalan percepatan majunya bangsa Indonesia, sehingga sudah sepatutnya seluruh komponen bangsa menyebarkan, mensosialisasikan informasi tentang pemilu 2019, agar setidaknya angka golput menjadi lebih kecil.
CPNS 2018

Seperti halnya pemilu 2019, penerimaan CPNS 2018 merupakan momen yang ditunggu masyarakat Indonesia. Sebab penerimaan CPNS terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2014. 4 tahun adalah waktu menunggu yang cukup lama bagi masyarakat yang ingin mencoba peruntungan menjadi CPNS.

Namun tidak demikian bagi pejabat legislatif dan eksekutif, 4 tahun adalah waktu yang sebentar, sebab memasuki masa transisi tahun ke 5 mereka harus mempersiapkan diri kembali untuk dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat.


Begitu juga halnya dengan penyelenggara pemilu yang hampir sama sibuknya dengan peserta CPNS 2018. KPU dan Bawaslu sibuk dengan penyelengaraan dan pengawasan pemilu sedangkan peserta CPNS sibuk mengupload data dan persiapan untuk menghadapi ujian CAT.

Tercatat dari sumber Badan Kepegawaian Nasional (BKN) ada 4.436.694 akun yang ikut mendaftar, sedangkan hanya 3.627.981 pelamar yang menyelesaikan pendaftarannya. Jumlah dari yang menyelesaikan pendaftaran inilah yang nantinya ikut tahapan verifikasi administrasi oleh BKN.

Jumlah peserta CPNS 2018 meningkat dari jumlah peserta CPNS 2014. Berdasarkan sumber Kemen PAN-RB Pada tahun 2014 ada 2.603.780 peserta yang ikut berkompetisi memperoleh peruntungan menjadi CPNS.

Sama halnya juga dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) 20I9 nampaknya akan mengalami peningkatan dari DPT 2014. Lantas apa kaitannya Pemilu dengan CPNS 2018? KPU dan Bawaslu sejatinya tidak boleh melewatkan momen penerimaan CPNS 20I8 ini begitu saja, sebab 3 jutaan pelamar CPNS yang tersebar diseluruh kawasan Indonesia dapat menjadi sampel indikator suksesi penyelenggaraan Pemilu 2019.

KPU sudah sepatutnya melakukan kerja sama dengan BKN untuk dapat memberikan beberapa usulan soal ujian CAT yang berkaitan dengan Pemilu 2019. Dan hasil jawaban dari 3 jutaan pelamar CPNS 2018 mengenai soal ujian CAT yang berkaitan dengan pemilu bisa menjadi bahan evaluasi bagi kinerja KPU dalam suksesi pemilu 2019.

Artinya persentasi dari jawaban benar dari peserta CPNS 2018 menjadi indikator persentasi keberhasilan KPU dalam proses penyelenggaraan menuju Pemilu 2019. Tindakan ini juga merupakan bagian dari upaya KPU menyampaikan pesan pemilu 2019 kepada kaum milenial. Dimana kaum milenial adalah jumlah pemilih terbesar yaitu 40% dari jumlah pemilih pada pemilu 2019.

Rentang usia kaum milenial adalah kelahiran tahun 1980 sampai dengan tahun 2000 (Wikipedia: 2018). 3 jutaan pelamar CPNS yang tersebar diseluruh Indonesia diikuti mayoritas usia dibawah 35 tahun yang merupakan kaum milenial yang bisa menjadi sampel pengujian untuk mengetahui seberapa besar kepedulian kaum milenial terhadap pemilu 2019.

Begitu juga dengan Bawaslu, harus melakukan tindakan preventif terhadap penerimaan CPNS 2018, tindakan prefentif Bawaslu menjadi penting agar tidak ada  1 soal pun pada ujian CAT CPNS 2018 yang menguntungkan atau berpihak kepada Partai Politik dan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden.

Akhirnya semua pihak pasti menginginkan Pemilu 2019 terselenggara dengan jujur, adil, terpercaya dan terlaksana dengan kondusif. Pesta rakyat Indonesia yang dilaksanakan 5 tahunan ini menjadi sangat penting bagi perjalanan bangsa Indonesia ke depan. Suksesi pemilu 2019 menjadi penilaian bagi masarakat dunia tentang kedewasaan kita dalam berdemokrasi.

Kerja keras KPU dan Bawaslu dalam mensukseskan Pemilu 2019 tidak akan berarti apa-apa bila kita tidak turut meletakkan rasa tanggung jawab moral dihati kita masing-masing demi suksesnya pemilu 2019 serta terjaganya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.(ril)

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments