Ngobrol Bareng " Patuah", Nawawi : Kalau Mau Sukses Harus Berbakti Kepada Orang Tua


Camat Hinai Nawawi photo bersama Patuah di Masjid Azizi Tanjungpura. (gus) 

Tanjung Pura - Metro Langkat

Selepas hujan yang mengguyur dan gelapnya langit yang menyelimuti kota Tanjung Pura pada Minggu (28/10) tak menyurutkan langkah dan semangat anak muda yang tergabung dalam organisasi Patuah (Pemuda Al Hijrah Bertuah) yang dinahkodai Aidir Syahputra,SHI, sekira pukul 16.20 WIB mereka berkumpul untuk ngobrol bareng Camat Hinai, Muhammad Nawawi,S.STP untuk menginspirasi para pemuda di teras mesjid Azizi Tanjung Pura.

"Saya ingat pesan orang tua saya jika keluar rumah, jangan berjudi, jangan mabuk dan jangan berganja", ujar Muhammad Nawawi,S.STP yang juga menjabat Camat Hinai saat ini membuka kegiatan ngobrol bareng Patuah yang bertepatan pada peringatan 90 tahun Hari Sumpah Pemuda.

"Masalah pintar, kita tak jauh beda, kesempatan yang tak banyak kita manfaatkan, saya adalah orang yang mau mengambil kesempatan emas", sambungnya.

"Kalau orang susah, akidahpun bisa tergadai", sambungnya melanjutkan. Mantan pengamen yang kini menjabat sebagai Camat itu menceritakan pengalamannya ngamen yang dinilainya sebagai uji kompetensi. Ia menjelaskan bahwa tujuan ikut konser bukan untuk menang tapi mau bahagia. "Kalau mau melangkah itu tujuannya harus jelas", ungkapnya lagi. "Menang adalah bonus, kekalahan adalah intropeksi. Jangan hanya ikut-ikutan tapi tak ada tujuan, bingung mau ngapain", jelasnya.

Ia mengungkapkan berhenti mengamen karena banyak hal, "musik dalam bus itu lebih bagus dari nyanyi kita, imbas dari teman kita yang copet dianggap subahat", lanjutnya.

"Dari situ saya berfikir bahwa sekolah jangan ditinggalin, saya teringat kata ayah saya kalau nilai pasti ada nilai, prestasi itu bonus", sambungnya lagi.

"Kita tak bisa andalkan fisik karena fisik pasti akan menurun, dan sekolah harus dijaga. Waktu kuliah jangan dilewatkan, kalau berorganisasi peluangnya setiap detik ada, silahkan berorganisasi, tapi sekolah dan kuliah jangan dilupakan karena itulah yang menyelamatkan kita nantinya", tegasnya kepada para anak muda yang hadir.

"Saya teringat dengan falsafah bahwa orang pintar itu kalah dengan orang baik, orang baik kalah dengan orang cerdik dan orang cerdik kalah dengan orang bertuah", jelasnya.

"Kalau mau jadi orang bertuah, maka salah satu cara agar tuah badan baik adalah dengan kegiatan majelis ilmu seperti ini, namun yang paling penting orang tua kita harus jaga agar tuah badan kita baik karena kalau orang tua tidak kita jaga mungkin kita hanya sampai pintar saja hanya sampai di posisi orang pintar saja, tapi orang bertuah bisa dengan cepat melejit karirnya", terangnya mengungkapkan.

"Fenomena pemuda saat ini, menempatkan malu disemua tempat tapu akhirnya malu-maluin. Boleh malu tapi tempatkanlah malu itu pada tempatnya. Kalau aktifkan bisa jadi sorotan, kalau ada yang nanyakan, oh ini punya potensi jadi presenter sehingga bisa dipanggil jika ada acara-acara, kan bisa mendatangkan rejeki juga", jelasnya.

Salah satu anak muda bertanya tentang Camat Hinai yang pernah menggerakan masyarakat sholat subuh berjama'ah, "posisi Camat harus bisa memilih kegiatan yang positif dan berdampak luas, salah satunya sholat subuh berjama'ah. Motivasi saya mau lihat kekuatan semangat generasi muda membela agama dan menegakkan sholat lima waktu di kecamatan Hinai", jelasnya. "Subuh aja mereja kuat, apalagi yang lain selanjutnya ini tanggung jawab desa masing-masing", ungkapnya lagi.

"Jangan jadi orang terlalu normatif sehingga sulit menjadi inspiratif, karena orang inspiratif bisa jadi orang yang kreatif dan inovatif", terangnya. "Sandal jepit bisa sebagai alat pengganjal pintu, ia juga bisa dijadikan alas tidur bagi para gelandangan, kalau teman kalian yang banyak bacotnya, bisa disumpalkan kemulutnya", ungkapnya dan yang hadirpun terkekeh. "Berfikirlah diluar kotak, thinking of the box kalau bahasa kerennya begitu agar kalian bisa menjadi orang yang kreatif dan inovatif", ungkapnya menjelaskan.

Ia juga menerangkan akan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua. "Orang tua itu seperti Al Qur'an buruk, ini serba salah dibaca sudah tak bisa lagi, ditempatkan ditempat yang salah berdosa. Kalau mau sukses harus berbakti kepada kedua orang tua", pungkasnya mengakhiri. (Gus)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments