Mengenang 01 Oktober 1965, Di Bandar Betsy Gubernur Sumut Menjadi Irup



Foto ilustrasi Net

Simalungun-Metrangkatbinjai.com

Peristiwa yang terjadi pada tahun 1965 yang dikenal dengan Gerakan 30 September oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan melakukan berbagai aksi-aksinya untuk mengkudeta terhadap NKRI dan mengganti dasar Negara yakni Pancasila. Dari aksi yang dilancarkan PKI tersebut, menyebabkan banyaknya gugur putra terbaik bangsa diantaranya tujuh jenderal kita, sebagai pahlawan revolusi, termasuk di Sumut (Sumatera Utara) yang dikenal dengan peristiwa Bandar Betsy dengan gugurnya Pelda TNI Soejono dalam peristiwa itu.

Peristiwa yang memilukan seluruh bangsa Indonesia itu setiap tahunnya diperingati, untuk mengenang pada pahlawan yang menjadi korban akibat kekejaman PKI. Di Sumatera Utara, peringatan Hari Kesaktian Pancasila dipusatkan di halaman Tugu Letda TNI Sujono di Perkebunan PTPN III Bandar Batsy, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (1/10).

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila itu dilaksanakan dalam upacara Nasional yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dan sebagai komandan upacara Danyon 126/KC dan sebagai Perwira Upacara Kasipers Korem 022/PT. Peserta Upacara terdiri dari barisan TNI, Polri, PNS, OKP, Pramuka dan para pelajar serta dihadiri oleh FKPD Provsu, pejabat tinggi TNI dan Polri, anggota DPRD Sumut dan Kabupaten Simalungun serta jajaran Pemprovsu, FKPD Kabupaten Simalungun, Wakil Bupati Simalungun dan jajarannya serta dari pihak PTPN III Kebun Bandar Betsy.

Usai pelaksanaan upacara, Gubsu disaksikan oleh para undangan dan ribuan masyarakat yang menghadiri upacara kenegaraan itu meletakkan karangan bungan di tugu Letda TNI (Purn) Sujono. Selanjutnya, Gubsu memberikan bingkisan kepada keluarga Letda TNI (Purn) Sujono.

Sebagaimana biasa, seusai upacara peringatan Hari Kesaksian Pancasila, diadakan praghment peristiwa Bandar Betsy yang menyebabkan gugurnya putra terbaik bangsa dalam mempertahankan NKRI, yaitu Pelda TNI Sujono yang dibantai dengan sadis oleh anggota BTI yang dibawa oleh PKI. Praghment tersebut diperankan oleh masyarakat Bandar Betsy.

Edi Rahmayadi mengatakan, peristiwa Bandar Betsy yang terjadi pada tahun 1965 menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua. Oleh karena itu kita jangan mudah terprovokasi.

“Kalau kita lihat dari praghment tadi dimulai adanya provokasi digerakkan oleh masyarakat dengan berbagai iming-iming yang melanggar hukum,” katanya.

Meskipun PKI telah dilarang di Negara Indonesia, tetapi paham-paham seperti itu masih banyak.

“Ini yang perlu kita antsipasi, seperti provokasi, agitasi, dan adudomba diantara kita. Apalagi tahun depan kita akan memasuki pesta demokrasi, tentu banyak perbedaan pendapat. Untuk itu mari kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam menjaga suasana yang kondusif dan keutuhan NKRI,” ujar Gubsu.

Hadir pada kegiatan Upacara tersebut antara lain, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi beserta istri, Danrem 022/PT Kolonel Inf R. Wahyu Sugiarto, S.I.P., M. Han. Ketua DPRD Sumut, Pangdam I/BB, Kapolda sumut, Danlantamal 1 Belawan, Danlanud Suwando, Para Asisten Kodam l/BB, Bupati Simalungun, Walikota Pemantangsiantar, Dandim 0207/Simalungun, Kabalakrem 022/PT, Danyon 126/KC, Danyon 122/TS, Tokoh masyarakat dan agama beserta masyarakat. (Put)


Show EmoticonHide Emoticon