KPK Cari Alat Bukti Baru Kasus Dugaan Suap Perizinan Megaproyek Meikarta





Foto ilustrasi Net

Metrolangkatbinjai.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan mana pun dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, menjadi "Momok" bagi para Koruptor di Negeri ini.

Sebagai Lembaga Negara yang dibentuk dengan tujuan meningkatkan daya guna dan hasil guna terhadap upaya pemberantasan tindak pidana korupsi, KPK terus bekerja keras untuk menyelamatkan uang Negara dari para Koruptor.

Seperti dilansir dari RMOL.Co pada hari ini, Kamis (18/10), Komisi Pemberantasan Korupsi terus mencari alat bukti baru dalam penyidikan kasus dugaan suap perizinan megaproyek Meikarta di Bekasi, Jawa Barat.

Jurubicara KPK, Febri Diansyah menjelaskan penyidik sedang melakukan pengeledahan di Hotel Antero Cikarang untuk mencari barang bukti dan jejak tersangka terkait PT Mahkota Sentosa Utama sebagai operator pelaksana proyek Meikarta.

"Sejak siang ini dilakukan penggeledahan di Hotel Antero Cikarang terkait dengan PT. MSU," ujar Febri saat dikonfirmasi, Kamis (18/10), dilansir dari RMOL.Co.

Selain Hotel Antero, KPK juga mendatangi lima lokasi untuk digeledah, yakni Apartemen Trivium Terrace, Dinas PUPR Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Bekasi dan Dinas Damkar Bekasi.

Dalam kasus ini telah menetapkan sembilan tersangka, yaitu Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor.

Kemudian Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi. Dari pihak swasata yang diduga sebagai pemberi yakni, Billy Sindoro, Taryadi, Djaja Purnama, dan Henry Jasmen. (Red)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments