Konser Musik Di Stabat Racuni Remaja Dengan Rokok Dan Rusak Fasilitas Umum




Langkat-Metrolangkatbinjai.com

Pertunjukan musik atau Konser selalu identik dengan penonton yang ramai. Apalagi jika Konser tersebut menghadirkan Penyanyi atau Group Band Papan atas asal Ibukota yang merupakan idola kita.

Seperti yang terjadi di Langkat, tepatnya di Alun Alun yang terletak di Jalan Proklamasi Stabat. Salah satu Produk Rokok menggelar Konser dan menghadirkan Penyanyi papan atas yang juga mantan Vokalis Group Dewa 19, Ari Lasso.

Walau cuaca gerimis, namun para penonton yang banyak di dominasi oleh kalangan Remaja, mulai memadati lokasi Konser.

Untuk masuk ke lokasi Konser, Penonton Wajib membeli Sebungkus Rokok dengan harga Rp 10.000. Sedangkan untuk anak dibawah umur harus digandeng dengan orangtuanya (Pria) untuk masuk ke lokasi.

"Harus beli Rokok dulu bang, baru boleh masuk. Kalau anak anak masuknya harus didampingi Orangtua atau abangnya yang sudah berumur 18 Tahun," ucap salah seorang Sales Promotion Girl (SPG) yang tidak ingin menyebutkan namanya, saat menjual Rokok di luar Lokasi Konser, sebagai Tiket untuk masuk, Jumat (19/10) Malam.

Namun, hal itu banyak disesalkan oleh warga sekitar. Sebab, Rokok dapat merusak kesehatan. Apalagi para penonton Konser pada umumnya adalah Usia Remaja.

Tidak hanya warga, salah seorang Pengamat Pendidikan asal Langkat M.azhar, BAc, SPd, juga mengkritik hal itu. Apalagi Konser digelar pada malam hari yang esoknya para Siswa Wajib untuk Sekolah dan mengikuti Proses belajar.

"Kalau kita lihat dari segi Pendidikan, memang Konser itu bagus untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. Tapi kalau pintu masuknya harus terlebih dahulu membeli Rokok (Walaupun Orangtua) itu artinya tidak mendidik," beber M Azhar, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (19/10) Malam.

Tidak hanya itu, M Azhar juga tidak yakin jika yang para pembeli Rokok itu berusia diatas 18 tahun.

"Kan mereka (SPG) cuma tanya apakah sudah berumur 18 tahun. Bisa saja yang masih dibawah usia tapi mengaku sudah 18 tahun. Apa itu bisa jadi jaminan kalau pembeli diatas 18 tahun. Rokok itukan dilarang dalam dunia Pendidikan," terangnya.

M Azhar juga berharap agar Pihak Panitia lebih selektif untuk mendatangkan Sponsor dan menentukan Schedulle (Jadwal). Hal itu guna mendukung dan menunjang dunia Pendidikan, khususnya di Kabupaten Langkat.

"Kalau kita cermati, Fans Ari Lasso adalah kalangan Remaja yang usianya 16-18 Tahun. Artinya, memang penonton di dominasi oleh mereka (Remaja). Apalagi lokasi acara Notabenenya banyak Sekolah dan Pelajar," ungkapnya.

"Konser itu memang Positif. Tapi cara masuknya kenapa harus membeli Rokok. Kalaupun Sponsornya Rokok, kan bisa dengan cara lain, misalnya dengan cara membeli Karcis (Tiket masuk)," sambung M Azhar.

M Azhar juga tidak setuju bila Konser tersebut digelar pada malam hari yang esoknya para Siswa harus kembali belajar.

"Konser kan dilakukan malam ini (Malam Sabtu) dimana esok para Siswa harus masuk Sekolah. Seharusnya mereka (Siswa) tidur sekitar jam 10 Malam. Gimana mereka bisa menyerap pelajaran kalau kurang istirahat. Tolong jangan korbankan Para pelajar," ungkap M Azhar, seraya mengatakan jika Konser tersebut pasti akan diawali dengan Lagu lagu dari artis atau group Band sebagai Pembuka terlebih dahulu.

Disinggung siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kerusakan Fasilitas Umum seperti Rumput Alun Alun yang rusak karena diinjak injak oleh para Penonton saat Konser berlangsung, Pria yang berprofesi sebagai tenaga Pendidik di SMK Harapan Pangkalan Berandan ini mengatakan bahwa hal itu adalah Tanggung Jawab pihak Panitia.

"Tentunya pihak pengelola lokasi sudah mempunyai kesepakatan (MoU) dengan pihak Panitia/Penyelenggara. Kalau kita bicara Fasum (Fisilitas Umum) yang rusak saat konser berlangsung, mereka lah yang bertanggung jawab atas kerusakan itu," tutup M Azhar, sembari berharap agar Faktor keamanan di prioritaskan, dan kenyamanan Pengguna Jalan Raya agar tidak terjebat macet karena adanya Konser juga diutamakan. (Red)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments