Komisi V DPR Pertanyakan Tidak Terdeteksinya ELT Lion Air Yang Jatuh



Foto ilustrasi Net

Metrolangkatbinjai.com

Selain Pilot dan crew, sebanyak 181 Penumpang dinyatakan berada dalam Pesawat Lion Air tujuan Pangkal Pinang, yang jatuh dinihari tadi.

Sebelumnya, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, dalam Konfrensi Pers nya mengatakan jika Pesawat tujuan Pangkal Pinang tersebut tidak memancarkan Emergency Locater Transmisi (ELT). Kini, Komisi V DPR mempertanyakan alasan ELT tersebut tidak dapat dideteksi atau terdengar oleh Kantor Pusat Basarnas.

Dilansir dari RMOL.Co, Komisi V DPR mempertanyakan ELT (Electronic Locator Transmitter) tidak berfungsi dan tidak dapat dideteksi atau terdengar oleh Kantor Pusat Basarnas.

"Mengapa hal ini (ELT tidak terdeteksi) terjadi berulang ulang. Hal ini harus menjadi evaluasi Pemerintah," kata Fary kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (29/10).

Politisi Gerindra ini menegaskan, perlu didalami pula mengapa arah pesawat menuju ke Timur Laut, sedangkan tujuan pesawat ke Pangkal Pinang, yaitu arah Utara.

"Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi penyebab kecelakaan dan segera melaporkan ke Komisi V," demikian Fary.

Diketahui, Pesawat Lion Air tipe B737-8 Max dengan nomor penerbangan JT 610 milik Lion Air jatuh sesaat setelah lepas landas dari Bandar Udara Soekarno Hatta Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang.

Pesawat tipe B737-8 Max dengan nomor penerbangan JT 610 milik Lion Air jatuh sesaat setelah lepas landas dari Bandar Udara Soekarno Hatta Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang. (Red/RMOL)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments