Kejari Binjai Temukan Bukti Baru Dugaan Kredit Fiktif BRI




Foto ilustrasi Net

Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Pidsus Kejari) Kota Binjai, mendapati temuan baru dalam perkara dugaan kredit fiktif Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pembantu Katamso Medan yang dilakukan ‎seorang pengusaha berinisial DS warga sekitaran Stadion Teladan, Medan. Bahkan, penyidik juga akan menetapkan tersangka dalam waktu dekat ini.

Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar menyatakan, temuan baru dimaksud yakni, DS bukan melakukan peminjaman kredit Rp 500 juta melalui tiga perusahaan. Melainkan, DS melakukan peminjaman sebesar Rp 500 juta masing-masing untuk setiap perusahaan yang diatasnamakan olehnya.

"Artinya, satu kontrak itu, satu CV itu satu agunan. Ternyata bukan Rp 500 juta, setelah didalami lagi hasilnya itu. Setelah dicermati lagi, setiap SPK (surat perintah kontrak) itu Rp 500 juta untuk setiap perusahaan. Jadi, mencapai Rp 1,5 miliar," urai Victor, Selasa (2/10).

Menurut Victor, itu merupakan temuan baru dari penyidik berdasarkan penyidikan yang sudah dilakukan selama sepekan belakangan ini.

"Faktanya berkembang, satu CV digunakan untuk tiga perjanjian," sambung mantan Kasubdit Tipikor Jampidsus Kejagung ini.

Ketiga perusahaan yang digunakan DS yakni, UD Grace Panglima Denai, CV Finance SS dan CV ‎Deandls Mual Asri.

"Ketiga perusahaan itu masing-masing menjaminkan bangunannya dengan SHM nomor 703, SHM nomor 699 dan SHM no 698," urainya.

Kajari menambahkan, DS sudah dipanggil selama tiga kali. Namun, yang bersangkutan mangkir.

Menurut Kajari, penyidik sudah coba mengendus keberadaan DS dengan menggeruduk kediamannya di sekitar Stadion Teladan Medan.

"Bahkan oleh sebagian tetangganya itu, bukan hanya dipanggil kejaksaan. Tapi banyak pihak yang mendatangi dia. Semakin terkuak, debitur ini bagaimana sesungguhnya," beber mantan Kajari Kualatungkal ini.

Lebih lanjut dikatakan Victor, Perbankan harus memblacklist pengusaha DS ini. Namun sayang, kata Kajari, perbankan plat merah itu malah memberikan fasilitas kredit terhadap DS.

"Untuk saat ini pagi jelang siang, ada dua instansi yang dipanggil. BPN Kota Binjai dipanggil penyidik kembali untuk menegaskan objek jaminan terseb‎ut. KNPL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) juga sudah dipanggil, tapi belum datang. Yang sudah datang dari BPN," ujarnya.

Kajari ‎memastikan, penyidik Pidsus Kejari Binjai akan menetapkan tersangka terhadap perkara dugaan kredit fiktif tersebut. Bahkan, kata Kajari, penetapan tersangka itu boleh jadi lebih dari dua orang. Soalnya, penyidik menduga ada keterlibatan pejabat perbankan.

"SHM-SHM yang digunakan untuk pinjaman ini tidak sesuai. Minggu depan, ada penetapan tersangka," tandasnya.

Sebelumnya, kredit fiktif yang dilakukan DS kepada BRI Cabang Pembantu Katamso Medan sebesar Rp 500 juta‎ pada 2009 lalu. Jaminan DS kepada BRI Cabang Pembantu Katamso Medan berupa Ruko tiga pintu berlantai dua di Jalan Soekarno-Hatta, Km 18, Binjai Timur.

Diduga tanpa dilakukan pengecekan lebih dulu oleh BRI Cabang Pembantu Katamso, Perbankan plat merah itu mencairkan dana pinjaman kepada DS.‎‎ Usai menerima dana segar tersebut, DS macet membayar kredit. Artinya, dana pinjaman yang harus dicicil DS tidak berjalan mulus sebagaimana semestinya. Akibatnya, ketiga jaminan yang berada di Binjai disita oleh BRI.

 Usai disita, BRI melakukan pelelangan per rukonya sebesar Rp 275 juta pada Juli 2013. Sugianto memenangkan pelelangan tersebut. Oleh Sugianto, ruko yang dibelinya melalui pelelangan BRI itu dijual kepada Moina yang kemudian atas nama Sertipikat Hak Milik (SHM) dibaliknamakannya.

Ternyata, lanjut Victor, pemilik ruko yang dibeli Sugianto itu milik Herlina Purba yang berdomisili di Jakarta. Sejumlah saksi sudah diperiksa dalam proses penyelidikan perkara tersebut. Seperti Herlina Purba, pihak yang komplain atas asetnya disita oleh BRI.
 Pejabat di BRI Cabang Pembantu Katamso Medan pun sudah diperiksa. BRI Cabang Pembantu Katamso Medan itu dibawah BRI Cabang Sisingamangaraja Medan. Oknum pejabat di BRI Cabang Sisingamangaraja Medan juga sudah diambil keterangannya sebagai saksi. (Put)


Show EmoticonHide Emoticon